kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Mega: PDI-P bukanlah rakyat kebanyakan yang bodoh


Sabtu, 11 April 2015 / 13:18 WIB
Mega: PDI-P bukanlah rakyat kebanyakan yang bodoh
ILUSTRASI. Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China Zhang Youxia dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu tiba untuk Forum Xiangshan Beijing di Beijing, China 30 Oktober 2023. REUTERS/Florence Lo


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

SANUR. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menutup Kongres IV PDI-P, Sabtu (11/4/2015). Kongres mulai digelar di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, sejak Kamis (9/4/2015). 

Dalam pidatonya di acara penutupan kongres, Megawati fokus pada seruan agar PDI-P menjalankan peran dan kewajibannya mengawal dan memastikan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo berjalan efektif sesuai dengan garis perjuangan partai. 

Dia juga meminta PDI-P agar menjadi pelopor partai politik dan menjadi mesin utama yang menyerukan gerakan revolusi mental di seluruh Nusantara. 

"PDI-P bukanlah rakyat kebanyakan yang bodoh, yang dulu dibilang sandal jepit. Fisik enggak apa-apa, tapi mind-nya adalah kalangan intelektual yang punya hati dan sanubari," kata Megawati. 

Di tengah pidatonya, Megawati melontarkan beberapa joke yang memecahkan keheningan. Ia juga sempat mencurahkan isi hati dan harapannya agar media massa dapat membantu membangkitkan rasa optimisme bangsa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. 

"Jangan dikira saya orangnya selalu serius. Untungnya, saya masih cukup cantik," seloroh Megawati disambut gelak tawa peserta kongres. 

Sikap Megawati dalam menyampaikan pidato penutupan berbeda jauh dibanding ketika dirinya menyampaikan pidato di acara pembukaan kongres. Saat pembukaan, Megawati sempat menitikkan air mata. Substansi pidatonya kental dengan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Kongres IV PDI-P ditutup dengan pembacaan rekomendasi yang selanjutnya akan disampaikan pada seluruh pengurus PDI-P di seluruh daerah.(Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×