kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.175   16,00   0,09%
  • IDX 5.007   -50,32   -0,99%
  • KOMPAS100 645   -6,79   -1,04%
  • LQ45 512   -3,58   -0,69%
  • ISSI 167   -2,55   -1,51%
  • IDX30 287   -2,31   -0,80%
  • IDXHIDIV20 389   -2,61   -0,67%
  • IDX80 75   -0,65   -0,86%
  • IDXV30 108   -1,09   -1,00%
  • IDXQ30 97   -0,76   -0,78%

Masuk dalam POP Kemendikbud, ini kata Tanoto Foundation dan Yayasan Putera Sampoerna


Kamis, 23 Juli 2020 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan Program dan Kebijakan Pendidikan Tinggi bertajuk Merdeka Belajar: Kampus Belajar di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Program dan kebijakan tersebut terdiri atas


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

Pertama adalah program peningkatan kualitas guru dan ekosistem pendidikan senilai Rp 70 miliar serta program peningkatan akses pendidikan senilai Rp 90 miliar.

Head of Marketing & Communications Yayasan Putera Sampoerna, Ria Sutrisno menegaskan yayasannya bukan merupakan lembaga CSR.

Baca Juga: Ada lembaga CSR lolos program Organisasi Penggerak, DPR akan minta klarifikasi Nadiem

"Kami adalah yayasan yang fokus kepada peningkatan kualitas pendidikan. Kami memilih skema partnership dengan berbagai pihak sebagai wujud komitmen kolaborasi dalam memajukan pendidikan nasional," jelas Ria.

Matching fund merupakan bantuan dana yang diberikan oleh salah satu pihak untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program. Dalam Program Organisasi Penggerak, para peserta melipatgandakan bantuan dana dari plafon yang selama ini telah ditetapkan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×