kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ma'ruf Amin mengakui tidak mudah turunkan angka stunting hingga 14%


Selasa, 11 Februari 2020 / 15:52 WIB
Ma'ruf Amin mengakui tidak mudah turunkan angka stunting hingga 14%
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) memimpin rapat pleno Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Kantor TNP2K, Jakarta, Selasa (11/2/2019). Rapat tersebut membahas tantangan ambisius penurunan kemiskinan 6,5 persen dan penurunan stunt


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan angka stunting akan menurun hingga 14% hingga akhir 2024. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, target tersebut bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan.

"Target 14% dari 27% itu bukan sesuatu yang mudah, karena itu kita harus bekerja keras," ujar Ma'ruf, usa memimpin rapat pleno Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Selasa (11/2).

Baca Juga: Strategi pemerintah turunkan kemiskinan hingga 6,5% pada 2024

Tahun 2019, angka stunting sebesar 27,67% dari tahun 2018 yang sebesar 30,8%. Prevelansi stunting tersebut masih cukup tinggi, mengingat hampir 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stunting.

Menurut Ma'ruf, untuk menurunkan angka stunting, maka dibutuhkan koordinasi dan kerja sama kementerian terkait. Dia juga berpendapat, kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan stunting hingga kemiskinan perlu dievaluasi, agar program yang dijalankan pemerintah selalu tepat sasaran.

Baca Juga: Menko PMK inginkan data akurat untuk turunkan kemiskinan dan stunting




TERBARU

[X]
×