kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.058   50,00   0,28%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

Margin Fee Bulog Naik Jadi 7%, Neraca Bulog Diproyeksi Surplus Rp 1,14 Triliun


Selasa, 04 Agustus 2026 / 11:54 WIB
Margin Fee Bulog Naik Jadi 7%, Neraca Bulog Diproyeksi Surplus Rp 1,14 Triliun
ILUSTRASI. Pemerintah akhirnya kerek margin fee Bulog hingga 7% yang mulai berlaku pada bulan ini dan membuat neraca Bulog surplus Rp 1,14 triliun di 2026 (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi merestui kenaikan margin fee Bulog hingga 7% yang mulai berlaku pada bulan ini.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan tersebut dapat berdampak posiitif pada neraca Bulog yang diproyeksikan surplus sekitar Rp 1,14 triliun hingga akhir 2026.

Rizal mengatakan, margin yang sebelumnya hanya sekitar Rp 50 per kilogram kini berubah menjadi skema 7% atau setara sekitar Rp 970 per kilogram.

“Dengan Rp 970 tersebut kalau diperhitungkan sampai dengan akhir tahun maka diproyeksikan neraca keuangan Bulog akan menjadi positif yaitu sekitar Rp 1,14 triliun,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Siap-siap! Pemerintah Bakal Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Selain kenaikan margin fee, Bulog juga memperoleh keringanan biaya pinjaman setelah pemerintah menurunkan bunga kredit menjadi 3%. Sebelumnya, bunga pinjaman yang ditanggung Bulog berada di kisaran 7%-8%.

Menurut Rizal, pemerintah turut memberikan subsidi bunga sebesar 2%, sehingga kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat beban bunga Bulog lebih dari Rp 1,07 triliun dalam setahun.

“Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun. Ini baru kali ini Bulog diberikan bunga yang begitu rendah,” katanya.

Ia menjelaskan, skema bunga baru tersebut mulai berlaku pada 2026 sesuai arahan Presiden. Dalam pelaksanaannya, Bulog hanya menanggung bunga sebesar 3%, sementara 2% sisanya dibayarkan melalui subsidi pemerintah.

Rizal mengatakan, perbaikan kinerja keuangan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas operasional perusahaan. Salah satunya melalui kenaikan anggaran operasional pemeliharaan gudang hingga dua kali lipat mulai September 2026.

Baca Juga: Tak Cukup Guyur Rp 400 Triliun, Purbaya Bakal Tambah Lagi Uang di Perbankan

Sebagai gambaran, biaya pemeliharaan gudang tipe A akan naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta per gudang. Menurutnya, tambahan anggaran itu diperlukan untuk menjaga kualitas penyimpanan beras pemerintah.

“Kami akan menaikkan biaya operasional gudang menjadi dua kali lipat agar kualitas dan standardisasi beras tetap terjaga sesuai yang diharapkan pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rizal mengungkapkan, apabila kondisi keuangan Bulog telah stabil, perusahaan akan mengusulkan penerapan kebijakan beras SPHP satu harga di seluruh Indonesia. Usulan tersebut akan lebih dulu dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah sebelum diputuskan pelaksanaannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×