kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Data BPS: Warga Indonesia Makin Tertekan Tarif Pajak dan Asuransi


Senin, 05 Oktober 2026 / 16:43 WIB
Data BPS: Warga Indonesia Makin Tertekan Tarif Pajak dan Asuransi
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran masyarakat untuk kelompok pajak, pungutan, dan asuransi meningkat pada Maret 2026.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran masyarakat untuk kelompok pajak, pungutan, dan asuransi meningkat pada Maret 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di antara kelompok komoditas bukan makanan.

Berdasarkan laporan Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang diunggah pada 5 Oktober 2026, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk pajak, pungutan, dan asuransi mencapai Rp 68.869 pada Maret 2026. 

Angka tersebut meningkat 6,43%dibandingkan Maret 2025 yang sebesar Rp 64.711. 

BPS menyebut kenaikan pengeluaran pada kelompok tersebut tidak terlepas dari faktor penyesuaian tarif atau kebijakan terkait, serta semakin luasnya cakupan kepemilikan produk asuransi di masyarakat.

Baca Juga: Bukan Cuma Makanan, Rokok Jadi Beban Belanja Besar Warga Desa

"Kenaikan pada kelompok pajak, pungutan, dan asuransi ini tidak terlepas dari faktor penyesuaian tarif atau kebijakan terkait, serta semakin luasnya cakupan kepemilikan produk asuransi di masyarakat," tulis BPS, Senin (5/10/2026).

Asuransi Kesehatan Jadi Komponen Terbesar

Jika dirinci, pengeluaran masyarakat dalam kelompok pajak, pungutan, dan asuransi paling banyak berasal dari asuransi kesehatan, yakni sebesar Rp 41.904 per kapita per bulan.

Sementara itu, pengeluaran untuk pajak kendaraan bermotor dan tidak bermotor mencapai Rp 16.251 per kapita per bulan. Pengeluaran untuk pungutan atau retribusi tercatat Rp 3.975, sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)sebesar Rp 2.497.

Adapun pengeluaran untuk asuransi jiwa dan asuransi kerugian mencapai Rp 3.080 per kapita per bulan. 

Dengan demikian, dari total Rp 68.869 pengeluaran untuk kelompok pajak, pungutan, dan asuransi, komponen asuransi kesehatan menjadi yang terbesar.

Pengeluaran Kota Hampir Dua Kali Lipat Desa

Berdasarkan wilayah, terdapat perbedaan cukup besar antara masyarakat perkotaan dan perdesaan.

Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk pajak, pungutan, dan asuransi di perkotaan mencapai Rp 85.214, sedangkan di perdesaan Rp 44.263. Artinya, pengeluaran masyarakat perkotaan untuk kelompok tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat perdesaan. 

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk Indonesia pada Maret 2026 mencapai Rp 1.657.281. Di perkotaan, angkanya mencapai Rp 1.902.997, sedangkan di perdesaan Rp 1.287.359.

Baca Juga: Danantara Targetkan Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun Ini

Porsi Pajak dan Asuransi Berbeda Antarkelas

Perbedaan juga terlihat berdasarkan kelompok pengeluaran. Pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran terendah atau kuintil 1, pajak, pungutan, dan asuransi menyumbang 10,86% dari total pengeluaran non makanan.

Sementara itu, pada kuintil 5, atau kelompok dengan pengeluaran tertinggi, porsinya justru lebih kecil, yakni 7,72%. Namun secara nominal, kelompok kuintil 5 mengeluarkan jauh lebih besar. 

Pengeluaran untuk pajak, pungutan, dan asuransi mencapai Rp 176.399 per kapita per bulan, dibandingkan hanya Rp 24.999 pada kuintil 1. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×