Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 masih akan mencatatkan surplus sebesar US$ 2,48 miliar.
Surplus dagang Maret diprediksi lebih besar dibandingkan realisasi Februari 2026 yang sebesar US$ 1,27 miliar, meski diwarnai dinamika berbeda antara kinerja ekspor dan impor.
Hosianna menyebut kinerja ekspor diproyeksikan tumbuh tipis sebesar 0,96% secara tahunan (year on year/YoY), seiring pergerakan harga komoditas global yang cenderung beragam (mixed).
Baca Juga: Bank Mandiri Proyeksi Surplus Neraca Dagang Meningkat Jadi US$ 2,5 Miliar Maret 2026
Di sisi lain, impor diperkirakan melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 10,96% YoY. Kenaikan ini didorong oleh rebound konsumsi dan investasi setelah periode Idulfitri.
Menurutnya, surplus perdagangan tersebut tetap memberikan peran penting bagi stabilitas eksternal Indonesia, khususnya di tengah tekanan global yang masih tinggi.
Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 2,34 Miliar pada Maret 2026
“Surplus perdagangan ini menjadi buffer eksternal penting bagi rupiah di tengah tekanan global dari The Fed yang masih hawkish dan dolar yang kuat, sehingga tetap menjaga ketahanan eksternal,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













