kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Maret, ekspor migas RI melambung


Rabu, 15 April 2015 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Simak daftar drama Korea populer yang pernah dibintangi oleh aktris Park Bo Young berikut ini.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor minyak dan gas bumi (migas) RI pada Maret 2015 semakin meningkat.  

Volume ekspor migas Maret 2015 terhadap Februari 2015 untuk minyak mentah melambung 42,36%. Sedangkan volume ekspor gas naik tipis hanya 7,57%. 

Namun, volume ekspor hasil minyak pada periode sama turun 14,06%.

“Harga minyak turun sedikit dibanding Februari 2015, dari US$ 54,32 per barel rata-rata, menjadi US$ 53,66 per barel pada Maret 2015. Sehingga kita ada kenaikan volume ekspor,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, Jakarta, Rabu (15/4). 

Sasmito, mengatakan kebanyakan kontrak migas berupa kontrak terikat. Namun disinyalir permintaan akan minyak mentah Indonesia meningkat untuk penjualan di pasar spot. “Itu yang membuat naiknya volume lebih banyak,” kata Sasmito. 

Sebagaimana diketahui ekspor RI pada Maret 2015 tercatat sebesar US$ 31,71 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 12,63% dibanding ekspor Februari 2015 yang sebesar US$ 12,17 miliar. 

Peningkatan ekspor Maret 2015 didorong kenaikan ekspor non-migas sebesar 12,5%, dan ekspor migas yang naik 13,43%. 

BPS melaporkan peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 27,81% menjadi US$ 773 juta, dan ekspor gas yang naik sebesar 9,14% menjadi US$ 1,027 miliar. 

Akan tetapi ekspor hasil minyak RI pada periode sama malah turun 9,02% menjadi US$ 188,6 juta. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×