kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Maret berpotensi inflasi


Minggu, 01 April 2012 / 17:56 WIB
Maret berpotensi inflasi
ILUSTRASI. Fasilitas migas PT Rukun Raharja Tbk. ejumlah proyek ini bakal sokong kinerja Rukun Raharja (RAJA) tahun 2021.


Reporter: Herlina KD | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Meski pemerintah belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April ini, tetapi pengamat ekonomi menilai, ekspektasi kenaikan harga BBM sudah terjadi sejak Maret.

Alhasil, bulan Maret lalu diperkirakan akan terjadi inflasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti. I bilang, berbeda dengan tahun terdahulu, Maret biasanya terjadi deflasi karena ada musim panen raya.

"Secara historis, Maret-April itu deflasi. Tapi,karena ada ekspektasi kenaikan harga BBM, maka akan ada inflasi meskipun kecil," jelas Destry, di Jakarta, Minggu (1/4).

Menurut Destry, rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi mulai 1 April sudah diprediksi oleh pelaku pasar. Alhasil, banyak barang kebutuhan pokok merambat naik.

Beberapa harga barang kebutuhan pokok yang naik misalnya gula pasir, cabai merah dan daging sapi. Untungnya beras berhasil menyumbang deflasi, karena musim panen. Berdasarkan data BPS, harga beras medium turun 1,12%, sedangkan harga daging ayam turun 6,47%.

Destry memprediksi secara inflasi pa bulan Maret berada pada dikisaran 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×