kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.123   36,00   0,20%
  • IDX 5.952   27,43   0,46%
  • KOMPAS100 773   1,98   0,26%
  • LQ45 590   1,20   0,20%
  • ISSI 205   1,55   0,76%
  • IDX30 334   0,60   0,18%
  • IDXHIDIV20 415   1,39   0,34%
  • IDX80 88   0,30   0,34%
  • IDXV30 113   0,50   0,45%
  • IDXQ30 107   0,00   0,00%

Manufaktur Indonesia Menggeliat, PMI Tembus 51,5 di Agustus 2025


Senin, 01 September 2025 / 08:37 WIB
Manufaktur Indonesia Menggeliat, PMI Tembus 51,5 di Agustus 2025
ILUSTRASI. Indeks Manufaktur Indonesia (PMI) versi S&P Global naik ke level 51,5 pada bulan Agustus 2025 dan menandai ekspansi pertama dalam 5 bulan terakhir


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan napas segar pada Agustus 2025.

Indeks Manufaktur Indonesia alias Purchasing Managers’ Index/PMI) versi S&P Global naik ke level 51,5 di bulan Agustus 2025, menandai ekspansi pertama dalam lima bulan terakhir setelah Juli berada di 49,2.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produksi dan volume pesanan baru, termasuk lonjakan pesanan ekspor tertinggi sejak September 2023.

Beberapa perusahaan menyebut peluncuran produk baru dan tambahan klien menjadi pendorong utama.

Baca Juga: IKI vs PMI Manufaktur, Sektor Industri Indonesia Ekspansi atau Kontraksi?

"Perusahaan mencatat pertumbuhan baru pada output dan pesanan baru, dengan pesanan ekspor mencatat kenaikan tercepat dalam hampir dua tahun," ujar Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).

Perbaikan kinerja membuat perusahaan menambah aktivitas pembelian bahan baku serta perekrutan tenaga kerja baru, meski tipis, untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir.

Stok bahan baku meningkat, namun persediaan barang jadi menurun karena dimanfaatkan guna memenuhi permintaan.

Di sisi harga, penguatan dolar Amerika Serikta (AS) disebut ikut mengerek biaya impor bahan baku. Alhasil, biaya input tetap tinggi meski laju inflasinya salah satu yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Untuk menjaga margin, pelaku industri menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak Juli 2024.

Baca Juga: PMI Manufaktur Korea Selatan Kontraksi 7 Bulan Beruntun Tertekan Tarif AS

Meski tantangan biaya tetap ada, pelaku industri tetap optimistis. Survei menunjukkan keyakinan bahwa produksi akan terus meningkat setahun ke depan, ditopang harapan perbaikan kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.

"Perusahaan juga berharap pertumbuhan output dapat berlanjut dalam waktu dekat, seiring menguatnya optimisme terhadap prospek tahun mendatang," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×