kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mandiri Institute: Masyarakat Kelompok Bawah Lebih Banyak Belanja


Selasa, 26 September 2023 / 04:50 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Bisa dilakukan dengan beberapa hal. Pertama, bantuan sosial perlu untuk tetap dilanjutkan, dengan lebih tepat sasaran. 

Kedua, bantuan pangan bersifat barang. Bila pemerintah hanya memberi uang tunai, bisa saja besaran uang tunai tersebut lebih rendah dari harga pangan yang bergerak di pasar, sehingga mau tak mau masyarakat kelompok bawah merogoh kocek sendiri. 

Namun, Yudo memberi catatan kualitas bantuan pangan yang diberikan pemerintah harus baik. Karena selama ini salah satu masalah yang dihadapi adalah kualitas bantuan barang yang diberikan. 

Ketiga, kebijakan fiskal yang siap dalam menghadapi potensi kenaikan inflasi. Salah satunya, inflasi energi. Karena saat ini, harga minyak mulai mendidih dan bisa saja menyundut harga bahan bakar minyak (BBM). 

Selain itu, Yudo juga menyarankan pemerintah menekan biaya logistik. Karena biaya logistik ini bisa jadi salah satu pemicu kenaikan harga. 

Keempat, penciptaan lapangan kerja yang makin masif. Ini untuk menjaga agar pendapatan masyarakat kelas bawah tetap ada. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×