kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Maksimal penerbitan SUN tahun 2020 sebesar Rp 250 triliun


Senin, 21 Oktober 2019 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Lelang SUN 2011: Suasana perdagangan SUN di BNI Treasury, Jakarta Pusat, Jumat (14/1/2011).


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Pertama, pemerintah perlu meningkatkan tax rasio sehingga dapat memaksimalkan sisi penerimaan di samping alternatif pembiayaan lainnya.

Kedua, mendorong penyerapan anggaran menjadi lebih efektif dan efisien. Ketiga, bersikap prudent dalam mendorong pendanaan dan mengalokasikan anggaran. 

Baca Juga: Prospek positif, pasar obligasi bakal ramai di akhir tahun

Meski demikian, Fikri menilai sentimen global masih menghantui pasar utang dalam negeri dengan tren penurunan suku bunga global. Sehingga yield SUN cenderung melandai.

“Hanya saja, tren tersebut terjadi secara global. “Pasar obligasi dalam negeri masih sangat menarik terutama karena spread yield Indonesia-AS tenor sepuluh  tahun masih di atas 400 basis points (bps),” kata Fikri kepada Kontan.co.id, Senin (21/10).

Apalagi menurut Fikri di saat yang sama persepsi risiko indikasi credit default swap (CDS) pun masih di bawah 100. Untuk itu, Fikri memproyeksi yield rata-rata SUN di tahun 2020 berada di level 6,5%-7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×