kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   0,00   0,00%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Luncurkan BGSi, Kemenkes Ingin Diagnosis Kesehatan Rinci Lewat Genome Sequencing


Minggu, 14 Agustus 2022 / 13:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkan Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi).

Melalui platform Genome Sequencing, Budi menjelaskan, teknologi tersebut dapat melihat secara rinci apa yang terdapat pada tubuh manusia, terutama pada sisi kesehatan.

BGSi mampu melihat masalah kesehatan setiap pasien secara rinci. Dengan demikian, perawatan kesehatan kepada pasien juga akan disesuaikan dengan kondisinya. Demikian juga dengan obat yang akan didapatkan.

"Sehingga setiap orang akan mendapatkan pengobatan yang sangat personalized dan disesuaikan dengan penyakitnya tergantung pada kondisi khusus masing-masing. Setiap orang memiliki struktur DNA yang berbeda, jika mereka akan diperlakukan secara pribadi dan sangat tepat sekali," kata Budi dalam peluncuran BGSi, Minggu (14/8).

Baca Juga: Menkes Budi Bakal Bentuk BGSi

Lewat BGSi juga akan mengetahui potensi dari penyakit pasien. Hal ini penting sebagai upaya dalam preventif. Terutama dalam menekan potensi penyakit yang membebani layanan kesehatan selama ini.

Selain untuk mengetahui potensi penyakit pada pasien, BGSi juga dapat menambah koleksi bio sampel di Indonesia. Dimana nantinya dapat digunakan dalam pengembangan obat di Indonesia. Data genomik juga memiliki fungsi sebagai pendukung inovasi bidang kesehatan di masa mendatang.

Budi menjelaskan adanya perbedaan gen orang Asia, Kaukasia, Amerika dan lainnya membuat perawatan kesehatan yang tepat juga berbeda. Hal inilah yang akan dijawab melalui genome sequencing.

Indonesia tidak akan menjadi pemain tunggal dalam pengembangan teknologi kesehatan lewat BGSi. BGSi akan  berkolaborasi dengan berbagai sektor termasuk perguruan tinggi, perusahaan internasional, hingga lembaga penelitian.

Kolaborasi dilakukan untuk mengantarkan Indonesia masuk dalam era bioteknologi medis dan pengobatan yang presisi.

"Kami tidak akan menjadi pemain tunggal. Kami akan bertindak sebagai platform kolaboratif di mana universitas, startup, sektor swasta, perusahaan internasional, lembaga penelitian dapat bekerja sama menggunakan platform ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×