kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

LIPI: Koalisi Partai Islam sulit diwujudkan


Senin, 25 November 2013 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. Menghasilkan uang kini bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan bermodal ponsel, laptop dan internet yang bisa dilakukan dari mana pun. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nym.


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pesimistis peluang koalisi antar partai Islam dapat tercapai di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Menurut peneliti senior LIPI, Syamsudin Haris, secara historis koalisi partai Islam memang pernah terjadi. Namun saat ini harapan tersebut sulit diwujudkan, sebab minimnya representasi tokoh dari golongan ini menjadi faktor utamanya.

"Koalisi itu (Partai Islam) banyak gagal ketimbang berhasilnya, dulu pada paska pemilu 1999, jelang Pilpres di MPR, muncul poros tengah, itu kan koalisi parpol Islam. Memang berhasil memperjuangkan Gus Dur sebagai Presiden, tapi kan yang jatuhkan dia poros tengah. Koalisi parpol Islam dalam Pemilu 2014, itu hambatan utamanya tidak punya tokoh," katanya di Gedung LIPI, Jakarta (25/11).

Syamsudin menambahkan, nama Mahfud MD memang dapat menjadi representasi dari Partai Islam, tetapi langkah mantan ketua MK tersebut tampaknya tidak akan mulus.

"Mahfud memang bisa, tapi pertanyaannya apakah pemimpin Parpol Islam lain legowo mendukungnya?," ujarnya

Selain itu, Syamsudin melihat basis dukungan terhadap Partai Islam tampaknya tidak akan mencapai hasil maksimal dalam pemilu 2014.

"Mengacu Pemilu 1999 sampai 2009, segmen pemilih parpol Islam kurang lebih 30 persen. Jadi, koalisi parpol Islam pun tidak signifikan dalam bersaing di Pilpres, berkoalisi sih bagus saja. Cuma kalau mengandalkan pada basis parpol Islam, saya tidak yakin bisa bersaing dalam Pilpres," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×