kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.005   61,00   0,34%
  • IDX 5.985   -13,79   -0,23%
  • KOMPAS100 774   -3,85   -0,50%
  • LQ45 587   -0,78   -0,13%
  • ISSI 207   -1,47   -0,71%
  • IDX30 333   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 408   -0,56   -0,14%
  • IDX80 88   -0,39   -0,44%
  • IDXV30 111   -0,52   -0,46%
  • IDXQ30 107   -0,04   -0,03%

Lima tahun ke depan, BI optimis ekonomi Indonesia terus tumbuh


Rabu, 27 Maret 2019 / 11:49 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinergi menjadi kunci utama bagi Bank Indonesia (BI) menghadapi tantangan situasi ekonomi pada tahun ini. Bank Indonesia (BI) optimis tahun ini kondisi dalam negeri menjadi lebih baik, bahkan dalam jangka menengah.

"Pertumbuhan ekonomi meningkat lebih tinggi dan cepat dengan dampak reformasi struktural, khususnya lima tahun ke depan," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam sambutannya di acara peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2018 di kompleks gedung BI, Rabu (27/3)

BI akan bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mempercepat reformasi struktural melalui empat strategi. Pertama, strategi meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan empat elemen dasar yakni ketersediaan infrastruktur, kualitas modal manusia (human capital), adopsi teknologi, dan dukungan kelembagaan.

Kedua, strategi untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas sektor industri. Terutama mendorong industri untuk ekspor seperti otomotif, garmen, elektronik dan alas kaki. Ketiga, strategi mengoptimalkan pemanfaatan ekonomi digital. Keempat, strategi untuk memperluas sumber pembiayaan ekonomi.

"Kebijakan reformasi strukural menjadi kunci penawaran agregat untuk mendorong capital, meningkatkan labor, meningkatkan teknologi. Itu kunci agregrat supply. Itu yang terus kita lakukan dan konsisten," jelas Perry.

Tahun ini BI terus menempuh kebijakan untuk memperkuat stabilitas eksternal dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Antara lain dengan tetap menempuh kebijakan moneter yang preemptive dan ahead the curve, dan melanjutkan arah kebijakan makro prudensial yang akomodatif.

Serta mengakselerasi pasar keuangan seperti pengembangan pasar DNDF, melanjutkan peran kebijakan sistem pembayaran seperti elektronifikasi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) dan mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam jangka menengah alias tahun 2024, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi dikisaran 5,6% hingga 6,1%, inflasi dikisaran rendah terkendali dan CAD dikisaran 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×