kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Likuiditas perekonomian (M2) melambat, ini dia faktor pendukungnya


Selasa, 23 Februari 2021 / 12:05 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2021 melambat dari bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mencatat, M2 pada bulan Januari 2021 sebesar Rp 6.761,0 triliun, atau lebih rendah dari bulan Desember 2020 yang sebesar Rp 6.900,0 triliun.

“Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, perlambatan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Selasa (23/2).

Terperinci, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 54,8% yoy atau melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 66,9% yoy.

Baca Juga: Likuiditas perekonomian (M2) melambat pada bulan Januari 2021

Perlambatan tersebut disebabkan oleh peningkatan kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa simpanan dalam rupiah dan valuta asing.

Sementara itu, penyaluran kredit pada Januari 2021 masih mengalami kontraksi sebesar minus 2,1% yoy, tetapi tidak sedalam kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,7% yoy. Perbaikan ini ditopang oleh perbaikan kredit produktif.

Di sisi lain, terjadi peningkatan aktiva luar negeri bersih sebesar 14,9% yoy atau naik dibandingkan pertumbuhan Desember 2020 yang sebesar 13,6% yoy.

“Ini disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk seiring dengan peningkatan cadangan devisa,” tandas Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×