kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Libur panjang, Kemenhub antisipasi penumpukan kendaraan


Jumat, 23 Oktober 2020 / 16:24 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Perhubungan mengantisipasi pergerakan kendaraan yang menumpuk akibat libur panjang pada pekan depan.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan mengantisipasi pergerakan kendaraan yang menumpuk akibat libur panjang pada pekan depan. Libur panjang Maulid Nabi Muhammad akan berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2020. Diprediksi akan terjadi lonjakan kendaraan hingga 20%.

"Jumlahnya mungkin tidak signifikan kalau secara kumulatif. Tapi pergerakannya itu menumpuk pada satu hari," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat konferensi pers, Jumat (23/10).

Budi bilang, puncak arus keberangkatan akan terjadi pada 27 Oktober malam hingga 28 Oktober. Sementara untuk kepulangan puncaknya akan berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga: Cuti bersama, pergerakan orang akan naik 20%, tak ada kompromi protokol kesehatan

Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kepadatan kendaraan dapat memicu longgarnya penerapan protokol kesehatan. Oleh karena itu, akan berdampak pada meningkatnya potensi penularan Covid-19.

Budi mengimbau agar masyarakat berangkat lebih awal di tanggal 26 Oktober. Selain penumpukan kendaraan, penumpukan penumpang juga jadi perhatian Kemenhub. "Kereta api, bis, dan pesawat itu dipesan dengan online," terang Budi.

Sehingga nantinya kapasitas tersebut dapat dikendalikan dengan baik. Budi meminta seluruh operator transportasi tak melanggar kapasitas yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Kemenhub sebelumnya.

Penerapan protokol kesehatan pun diminta untuk tidak kendor. Hal itu agar tak terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 akibat libur panjang seperti sebelumnya.

Selanjutnya: Ingin ke luar kota? Ini prediksi puncak arus mudik cuti bersama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×