kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.855   13,00   0,08%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Libur Idulfitri 2026: Tanggalnya Maju Mundur, Cek Jadwal Resmi Pemerintah


Selasa, 17 Februari 2026 / 03:46 WIB
Libur Idulfitri 2026: Tanggalnya Maju Mundur, Cek Jadwal Resmi Pemerintah
ILUSTRASI. Libur Idulfitri 2026 sudah diumumkan! Tanggalnya dibagi dua periode, penting diketahui agar tidak salah jadwal. (Wilmar/dok)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini menjadi panduan nasional agar proses pendidikan tetap berjalan efektif sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik.

SEB tersebut diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Dokumen ini ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kemenag, serta satuan pendidikan.

Fokus Penguatan Karakter dan Nilai Keagamaan

Melansir Infopublik.id, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran Ramadan 1447 H dirancang untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan akademik dan penguatan nilai keagamaan serta sosial.

“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Awal Puasa 2026 Jatuh 18 atau 19 Februari? Cek Penjelasannya

Jadwal Pembelajaran Ramadan 2026

Pemerintah menetapkan skema bertahap selama Ramadan 1447 H sebagai berikut:

  • 18–21 Februari 2026: Belajar Mandiri

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari sekolah. Penugasan diarahkan sederhana, menyenangkan, tidak membebani, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.

  • 23 Februari – 14 Maret 2026: Pembelajaran di Sekolah

Kegiatan belajar kembali dilaksanakan di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan. Selain akademik, sekolah dianjurkan memperkuat kegiatan peningkatan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Peserta didik beragama Islam dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, serta kajian keislaman. Sementara peserta didik beragama lain mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Baca Juga: Utang Pemerintah Dekati 40% PDB, Apa Risiko bagi Rakyat?

Jadwal Libur Idulfitri 2026

Libur bersama Idulfitri dijadwalkan pada:

  • 16–20 Maret 2026
  • 23–27 Maret 2026

Kegiatan pembelajaran normal kembali dimulai pada 30 Maret 2026. Selama masa libur, peserta didik diharapkan mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan keluarga serta masyarakat.

Peran Strategis Sekolah dan Pemerintah Daerah

SEB menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama dalam menyelaraskan implementasi kebijakan di seluruh satuan pendidikan.

Kepala sekolah diminta menyesuaikan aktivitas belajar dengan:

  • Mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti PJOK
  • Memperkuat asesmen formatif
  • Memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus
  • Mengantisipasi potensi ketertinggalan belajar

Sekolah juga diwajibkan menjaga keamanan aset selama libur serta menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan dan pelindungan peserta didik.

Tonton: Target Pajak Dianggap Tak Realistis, Pemerintah Harus Rem Belanja Negara

Peran Keluarga dalam Pembelajaran Mandiri

Pada fase belajar mandiri, peran orang tua menjadi krusial. Keluarga didorong mendampingi anak menjalankan praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, memperkuat literasi dan numerasi, mengatur penggunaan gawai secara bijak, serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan usia dini.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sinergi sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat tanpa mengabaikan hak belajar anak secara optimal.

Melalui SEB ini, pemerintah berharap pembelajaran selama Ramadan 2026 berlangsung tertib, adaptif, dan bermakna serta berkontribusi pada terwujudnya generasi Indonesia yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Selanjutnya: Tabel Harga Emas Antam 16 Februari 2026 - Semua Ukuran Turun 0,50%

Menarik Dibaca: 16 Cara Sederhana Mengusir Stres yang Dapat Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×