kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Lapangan Usaha Akomodasi dan Makanan Minuman Tumbuh Melambat 4 Tahun Terakhir


Selasa, 06 Mei 2025 / 11:34 WIB
Lapangan Usaha Akomodasi dan Makanan Minuman Tumbuh Melambat 4 Tahun Terakhir
ILUSTRASI. lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman (mamin) hanya tumbuh 5,75% year on year (yoy) pada kuartal I 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman (mamin) hanya tumbuh 5,75% year on year (yoy) pada kuartal I 2025.

Kinerja lapangan usaha di industri ini ke pertumbuhan ekonomi terus melambat dalam empat tahun terakhir.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mencatat, pada kuartal I 2022 akomodasi dan mamin tumbuh 6,57% yoy, kemudian meningkat menjadi 11,54% pada kuartal I 2023, namun turun menjadi 9,34% yoy pada kuartal I 2025, dan terus turun mencapai 5,75% yoy pada kuartal I 2025.

“Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman tumbuh melambat, utamanya karena lapangan usaha akomodasi mengalami kontraksi 0,48% yoy,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5).

Baca Juga: BPS Laporkan Perbaikan Indeks Ketimpangan Gender di Berbagai Aspek

Amalia menyebut, menurunnya kinerja lapangan usaha akomodasi tercermin dari menurunnya tingkat penghunian kamar (TPK) baik hotel bintang maupun non-bintang.

Meski demikian, lapangan usaha makanan minuman pada kuartal I 2025  tetap tumbuh sebesar 7,21% yoy.

Sejalan dengan itu, lapangan usaha di pertambangan mengalami kontraksi 1,23%, disebabkan oleh pertambangan batubara dan lignit yang mengalami kontraksi 0,91%, sejalan dengan menurunnya permintaan di pasar internasional.

“Selain itu logam terkontraksi 11,83% akibat adanya pemeliharaan besar yang direncanakan pada tambang tembaga dan emas di Papua Tengah,” kata Amalia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×