kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Lapangan Usaha Akomodasi dan Makanan Minuman Tumbuh Melambat 4 Tahun Terakhir


Selasa, 06 Mei 2025 / 11:34 WIB
Lapangan Usaha Akomodasi dan Makanan Minuman Tumbuh Melambat 4 Tahun Terakhir
ILUSTRASI. lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman (mamin) hanya tumbuh 5,75% year on year (yoy) pada kuartal I 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman (mamin) hanya tumbuh 5,75% year on year (yoy) pada kuartal I 2025.

Kinerja lapangan usaha di industri ini ke pertumbuhan ekonomi terus melambat dalam empat tahun terakhir.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mencatat, pada kuartal I 2022 akomodasi dan mamin tumbuh 6,57% yoy, kemudian meningkat menjadi 11,54% pada kuartal I 2023, namun turun menjadi 9,34% yoy pada kuartal I 2025, dan terus turun mencapai 5,75% yoy pada kuartal I 2025.

“Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman tumbuh melambat, utamanya karena lapangan usaha akomodasi mengalami kontraksi 0,48% yoy,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5).

Baca Juga: BPS Laporkan Perbaikan Indeks Ketimpangan Gender di Berbagai Aspek

Amalia menyebut, menurunnya kinerja lapangan usaha akomodasi tercermin dari menurunnya tingkat penghunian kamar (TPK) baik hotel bintang maupun non-bintang.

Meski demikian, lapangan usaha makanan minuman pada kuartal I 2025  tetap tumbuh sebesar 7,21% yoy.

Sejalan dengan itu, lapangan usaha di pertambangan mengalami kontraksi 1,23%, disebabkan oleh pertambangan batubara dan lignit yang mengalami kontraksi 0,91%, sejalan dengan menurunnya permintaan di pasar internasional.

“Selain itu logam terkontraksi 11,83% akibat adanya pemeliharaan besar yang direncanakan pada tambang tembaga dan emas di Papua Tengah,” kata Amalia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×