kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kuota BBM bersubsidi jebol, begini respons Kementerian Keuangan


Rabu, 01 Januari 2020 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. Petugas memasang papan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru di SPBU Kawasan Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan,Jakarta, Minggu (10/2/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Adapun hingga akhir November 2019, realisasi belanja subsidi energi baru mencapai Rp 123,6 triliun atau 77,2% dari pagu sebesar Rp 160 triliun.

Realisasi belanja subsidi BBM dan LPG sendiri hanya Rp 78,6 triliun atau 78,1% dari pagu sebesar Rp 100,6 triliun tahun ini. Serapan belanja subsidi BBM dan LPG tumbuh negatif 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Baca Juga: BKPM temukan investasi di Pertamina mandek sebesar Rp 300 triliun, ini penyebabnya

Askolani sebelumnya menjelaskan, realisasi belanja subsidi BBM dan LPG tersebut sudah termasuk kurang bayar subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 15,9 triliun dari tahun anggaran sebelumnya.

“Rendahnya realisasi belanja subsidi energi tahun ini dipengaruhi oleh realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang lebih rendah , serta nilai tukar rupiah yang lebih kuat dari asumsi” tutur Askolani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×