CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

KPPOD dukung larang napi koruptor ikut Pilkada


Rabu, 28 Agustus 2019 / 21:24 WIB

KPPOD dukung larang napi koruptor ikut Pilkada
ILUSTRASI. Direktur Eksekutif KPPOD Robert Endi Jaweng

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) dukung revisi Undang Undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Hal itu berkaitan dengan menegaskan larangan bagi narapidana (napi) koruptor tidak dapat ikut serta dalam pencalonan Pilkada. Pasalnya selama ini masih banyak calon yang terjerat kasus korupsi dipaksakan lanjut.

Baca Juga: KPU jadwalkan penetapan kursi parpol dan caleg terpilih 31 Agustus 2019

"Kayak dagelan yang berat di ongkos karena orang yang dalam proses hukum dipaksakan," ujar Direktur Eksekutif KPPOD Robert Na Endi Jaweng saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (28/8).

Pemaksaan tersebut dianggap menyebabkan inefisiensi. Pasalnya setelah dilantik, kepala daerah terpilih tidak bisa langsung bekerja karena harus berurusan dengan pemilihan pengganti.

Baca Juga: Direktur Eksekutif KPPOD: Kecamatan belum memerlukan dana tambahan

Bekas napi korupsi juga memiliki risiko besar bila menjadi kepala daerah. Hal itu dikarenakan napi korupsi berpotensi untuk kembali melakukan tindak pidana korupsi.

"Koruptor masa jadi kepala daerah, kemungkinan terjadi kasus korupsi lagi besar sekali," terang Robert.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyerahkan naskah akademik kepada pemerintah terkait usulan revisi tersebut. Namun, Robert menyangsikan revisi itu dapat lolos dibahas di DPR.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1965

Close [X]
×