kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

KPK periksa 2 tersangka TEL Pertamina


Selasa, 24 Februari 2015 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Link Nonton Mushoku Tensei Season 2 Episode 10 Subtitle Indonesia, Cek Tempat Nonton


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua tersangka dugaan suap pengadaan zat tambahan bahan bakar, tetraethyl lead (TEL) Pertamina Tahun 2004-2005. Dua orang yang diperiksa itu adalah Suroso Atmomartoyo dan Willy Sebastian Liem.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan bahwa dalam jadwalnya KPK melakukan pemeriksaan terkait suap proyek TEL Pertamina tahun 2004-2005. "Akan ada orang yang diperiksa, yaitu tersangka SAM, Konsultan Independent dan Mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina dan tsk WSL, Mantan Direktur PT Sugih Interjaya" ujar Priharsa di gedung KPK, Selasa (24/2).

Sebelumnya, SAM kemudian dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor  20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Disamping itu PT Soegih Interjaya yang dipimpin Willy merupakan mitra kerja Innospec di Indonesia. Perusahaan asal Inggris itu dinyatakan bersalah di Pengadilan Southwark, Crown, Inggris pada 26 Maret 2010 sehingga dikenakan denda US$ 12,7 juta.

Dalam fakta persidangan terungkap sejak 2000 hingga 2005, Innospec melalui PT Soegih Indrajaya menyuap dua mantan pejabat di Indonesia, yakni Suroso dan mantan Dirjen Minyak dan Gas Rahmat Sudibyo. Suap tersebut dilakukan agar TEL tetap digunakan dalam bensin produksi Pertamina, yang kala itu dipimpin Ari Soemarno, kakak kandung Menteri BUMN Rini Soemarno. Padahal, penggunaan bahan bakar bensin bertimbal itu tidak diperbolehkan lagi di Eropa dan Amerika Serikat karena dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Atas perbuatannya, Willy dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b, pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×