kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

KPK panggil Tri Dianto yang dikenal loyanis Anas


Jumat, 18 Oktober 2013 / 11:54 WIB
ILUSTRASI. Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022). IHSG ditutup melemah 96,18 poin atau 1,34 persen ke level 7.086,65. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Hari ini, Jumat (18/10/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Tri Dianto, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cilacap. Namun, Tri Dianto yang selama ini dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum tak akan hadir karena tersinggung.

Tri Dianto mengaku tersinggung dengan cara KPK mengirim undangan pemeriksaan kepada dirinya yang dikirim ke tiga istrinya sekaligus (ralat - bukan undangan pemeriksaan kepada ketiga istrinya seperti diberitakan sebelumnya).

"Ini mengganggu privasi dan kenyamanan keluarga saya," kata Tri ketika dihubungi, Jumat (18/10/2013).

Dalam surat itu, KPK memanggil Tri Dianto untuk hadir hari ini diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan korupsi Hambalang.

"Saya mau datang memenuhi panggilan kalau KPK mau minta maaf soal surat panggilan itu," ujarnya.

Gara-gara surat panggilan dari KPK itu, kata Tri, keluarga istrinya dan semua mertua istrinya ribut serta berpikir negatif tentang dirinya.

"Mereka berpikir saya ikut korupsi atau mendapatkan Dana Hambalang," kata Tri.

Pada perkara korupsi Hambalang, selain menjerat pejabat pembuat komitmen proyek Hambalang, Deddy Kusdinar, KPK juga menjerat mantan Menpora Andi Mallarangeng dan Ketua Konsorsium proyek Teuku Bagus Mokhamad Noor.

Sementara terkait gratifikasi atau penerimaan hadiah atau janji, penyidik telah menjerat Anas Urbaningrum sebagai tersangka. (Hasanudin Aco/tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×