kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

KPK Geledah Kantor BI, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo


Rabu, 18 Desember 2024 / 16:34 WIB
KPK Geledah Kantor BI, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Bank Indonesia (BI).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Bank Indonesia (BI).

Teranyar, KPK telah menggeledah sejumlah ruangan di kantor Bank Indonesia. Salah satu ruang yang digeledah adalah ruang kerja Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pada Senin (16/12).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, kedatangan KPK ke kantor pusat BI adalah untuk melengkapi proses penyidikan terkait penyalahgunaan pemanfaatan CSR.

“BI menghormati proses hukum yang dilaksanakan oleh KPK sebagaimana prosedur dan ketentuan yang berlaku, mendukung upaya-upaya penyidikan serat bersikap kooperatif kepada KPK,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (18/12).

Adapun Perry menekankan bawa mekanisme pemberian CSR dari BI harus kepada Yayasan yang sah. Selain itu, Yayasan tersebut juga harus memiliki program yang konkret, serta selalu ada proses pengecekan Laporan Pertanggungjawaban pada Yayasan tersebut.

Lebih lanjut, ia membeberkan,  setiap tahunnya Dewan Gubernur BI hanya membuat alokasi besarnya dana CSR melalui tiga pilar. Yakni, bidang pendidikan, khususnya melalui beasiswa terhadap 11.000 siswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat UMKM, dan ibadah sosial.

“Jadi alokasi besarnya itu diajukan oleh satuan kerja dan diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur, pelaksanaan di satker dengan prosedur tadi,” jelasnya.

Sebelumnya, juru Bicara KPK Tessa Mahardika mengatakan, belum ada penetapan tersangka dalam dugaan kasus ini karena masih dalam rangka surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Proses pengusutan kasus ini terus diproses oleh penyidik. 

Ketika ditanya soal kemungkinan memeriksa Gubernur Bank Indonesia dalam dugaan kasus ini, Tessa menegaskan bahwa penyidik akan meminta keterangan saksi dan ahli yang dibutuhkan dalam rangka pemenuhan unsur perkara yang sedang ditangani.

Selanjutnya: Tinjau SPBUN di Maluku, Bahlil Pastikan Stok Solar Aman untuk Nelayan di Nataru

Menarik Dibaca: Hujan Turun di Daerah Mana Saja? Ini Prakiraan Cuaca Besok (19/12) di Jawa Barat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×