kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Pemerintah RI Antisipasi Gangguan Pasokan Minyak akibat Konflik Iran dengan Israel-AS


Senin, 02 Maret 2026 / 15:17 WIB
Pemerintah RI Antisipasi Gangguan Pasokan Minyak akibat Konflik Iran dengan Israel-AS


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak global akibat memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia dan mendorong kenaikan harga minyak mentah global.

Menurut Airlangga, dengan harga minyak dunia saat ini bahkan telah menyentuh kisaran US$ 82 per barel seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut.

“Ya pertama tentu kalau Iran, sudah pasti yang terganggu adalah supply minyak. Dan supply minyak itu karena Selat Hormuz kan terganggu, belum juga Red Sea. Jadi kita lihat berapa jauh pertempuran ini akan terus berlaku,” ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Senin (2/3).

Baca Juga: Konflik AS Israel-Iran Memanas, Mendag Dorong Penguatan Pasar Domestik

Selat Strait of Hormuz diketahui merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, jalur pelayaran di Red Sea juga menjadi rute penting perdagangan energi global.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan sumber alternatif dari negara lain di luar kawasan tersebut.

Airlangga menyebut, pemerintah melalui Pertamina telah menjalin sejumlah nota kesepahaman (MoU) untuk pengadaan pasokan minyak dari negara lain.

“Pemerintah sudah punya MoU untuk mendapatkan supply dari non-Middle East. Misalnya kemarin Pertamina sudah bikin MoU dengan Amerika beberapa, dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain,” kata Airlangga.

Perusahaan energi global seperti Chevron dan ExxonMobil disebut menjadi salah satu mitra potensial dalam upaya diversifikasi sumber pasokan minyak tersebut.

Sementara terkait kemungkinan impor minyak dari Rusia, Airlangga mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan pasar energi global dan mempertimbangkan berbagai sumber yang tersedia.

“Ya tentu kita monitor mana yang tersedia dan mana yang bisa diimpor,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk potensi gangguan terhadap kebutuhan minyak dalam negeri.

Baca Juga: Polri Buka Layanan Penitipan Kendaraan Bermotor saat Mudik Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×