kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

KPK akan periksa anak Artalyta Suryani


Kamis, 26 Juli 2012 / 10:49 WIB
ILUSTRASI. Petugas pemakaman menggotong jenazah pasien covid-19 yang akan dimakamkan di TPU Jombang, Tangerang Selatan, Senin (28/6).pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/06/2021.


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (26/7/2012), menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Sonokeling Buana Rommy Dharma Satiyawan. Putra pengusaha Artalyta Suryani atau Ayin itu diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan suap kepengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan, Rommy diperiksa sebagai saksi untuk salah satu tersangka kasus itu, yakni Gondo Sudjono. Selain Rommy, KPK memanggil Direktur Utama PT Sonokeling Buana Saiful Rizal sebagai saksi dalam kasus yang sama. Rommy dan Saiful diperiksa KPK karena dianggap tahu seputar kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Buol Amran Batalipu dan dua petinggi PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP), Gondo Sudjono serta Yani Anshori.

Pengacara Artalyta, Tengku Nasrullah, mengatakan bahwa Rommy memiliki perusahaan perkebunan, yakni PT Sonokeling Buana, yang beroperasi di Buol. Kebun sawit perusahaan tersebut berdekatan dengan kebun kepala sawit PT HIP, perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hartati Murdaya Poo.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa Ayin di Singapura beberapa hari lalu. Keterangan Ayin dianggap penting dalam mengungkap aliran dana ke Bupati Buol dari petinggi perusahaan milik Hartati tersebut.

KPK menetapkan Bupati Buol Amran Batalipu sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Gondo dan Yani Anshori. Informasi dari KPK menyebutkan bahwa Hartati diduga sebagai inisiator pemberian suap Rp 3 miliar ke Amran.

KPK sudah meminta Imigrasi mencegah Hartati bepergian ke luar negeri dan berencana memeriksa Hartati pekan depan. Hartati telah membantah terlibat kasus dugaan suap ini. Menurutnya, uang yang digelontorkan PT HIP ke Amran bukanlah uang suap, melainkan bantuan sosial untuk warga Buol. (Icha Rastika/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×