kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.727   59,00   0,33%
  • IDX 6.046   -48,74   -0,80%
  • KOMPAS100 794   -10,70   -1,33%
  • LQ45 609   -7,84   -1,27%
  • ISSI 212   -1,85   -0,86%
  • IDX30 348   -4,54   -1,29%
  • IDXHIDIV20 432   -7,09   -1,62%
  • IDX80 92   -1,18   -1,27%
  • IDXV30 120   -1,46   -1,21%
  • IDXQ30 113   -2,07   -1,80%

Korea tertarik ikut proyek pemindahan ibu kota


Selasa, 25 Februari 2020 / 19:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Korea Selatan tertarik untuk ikut terlibat dalam proyek pemindahan ibu kota negara Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan Cho Myung-Rae saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Minat tersebut dianggap sebagai peluang kerjasama oleh Indonesia.

Baca Juga: Jokowi dan Trump dijadwalkan lakukan pertemuan, ini topik yang dibahas

"Disampaikan Korea Selatan juga berminat di Ibu Kota baru dan bapak presiden menyambut positif karena itu artinya ada peluang untuk bisa kerjasama," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/2).

Meski begitu Suharso bilang belum ada pembahasan spesifik porsi bantuan Korea. Namun, Korea dinilai memiliki pengalaman dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Mereka mengatakan punya pengalaman di green city, pengalaman di sustainable city," terangnya.

Selain itu Korea juga memiliki pengalaman dalam pemindahan ibu kota. Korea memindahkan ibu kotanya dari Seoul ke Sejong.

Baca Juga: Rencana pemerintah untuk Jakarta setelah ibu kota pindah ke Kalimantan

Asal tahu saja Korea bukan satu-satunya negara yang tertarik pada proyek pemindahan ibu kota. Sebelumnya Jokowi juga melakukan pembahasan dengan Uni Emirat Arab (UEA), Australia, dan Jepang yang juga tertarik untuk ikut terlibat dalam proyek pemindahan ibu kota Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×