kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 2022


Senin, 06 Februari 2023 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Motor penggerak alias sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2022 sebesar 5,31%. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, motor penggerak alias sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga. 

"Sumber pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran pada tahun 2022 adalah konsumsi rumah tangga," tutur Margo dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi 2022, Senin (6/2) di Jakarta. 

Dengan pertumbuhan sebesar 4,93%, konsumsi rumah tangga menyumbang 51,87% dari total produk domestik bruto (PDB) di sepanjang tahun lalu. 

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2022 Diprediksi Tumbuh di Atas 5%, Hampir Seluruh Komponen Menopang

Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga turut menyumbang pertumbuhan ekonomi, dengan sumbangan besar. 

Komponen ini terpantau tumbuh 3,87% secara tahunan dengan kontribusi pada PDB tahun 2022 sebesar 29,08%. 

Kinerja ekspor juga turut menyumbang PDB pada tahun 2022. Ekspor Indonesia di sepanjang tahun lalu. tumbuh 16,28% secara tahunan dengan sumbangan pada PDB sebesar 24,49%. 

Baca Juga: BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 Capai 5,31%

Sementara itu, konsumsi pemerintah juga turut menyumbang PDB pada tahun 2022. Namun, konsumsi pemeirntah mencatat penurunan pertumbuhan sebesar 4,51% secara tahunan. 

Dengan kondisi ini, komponen konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya komponen pengeluaran PDB yang mengalami kontraksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×