kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.558   -100,00   -0,57%
  • IDX 6.672   -14,21   -0,21%
  • KOMPAS100 877   -0,17   -0,02%
  • LQ45 664   -1,58   -0,24%
  • ISSI 234   0,03   0,01%
  • IDX30 369   -2,38   -0,64%
  • IDXHIDIV20 456   -2,42   -0,53%
  • IDX80 100   -0,14   -0,14%
  • IDXV30 127   -0,35   -0,28%
  • IDXQ30 118   -0,48   -0,41%

Konsumsi Masyarakat Naik, Porsi Tabungan Justru Turun pada Agustus 2026


Rabu, 09 September 2026 / 13:28 WIB
Konsumsi Masyarakat Naik, Porsi Tabungan Justru Turun pada Agustus 2026
ILUSTRASI. Nasabah membuka rekening Bank Mandiri Syariah melalui smartphone (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsumsi masyarakat menunjukkan peningkatan pada Agustus 2026. Namun, kenaikan konsumsi tersebut dibarengi dengan menyusutnya porsi pendapatan yang disimpan, sementara pembayaran cicilan atau utang relatif tidak banyak berubah.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio pada Agustus 2026 tercatat sebesar 74,2%. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 72,7%.

Kenaikan proporsi konsumsi menunjukkan semakin besar bagian pendapatan masyarakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Kondisi ini terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Baca Juga: Mendagri Kejar Penyaluran Bantuan Bencana NTT, Penuhi Kebutuhan Warga Lebih Cepat

“Rasio konsumsi terhadap pendapatan meningkat, di tengah pembayaran cicilan yang relatif stabil dan tabungan yang menurun,” mengutip laporan survei konsumen BI, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) tercatat sebesar 10,0% pada Agustus 2026. Rasio tersebut relatif stabil, meski sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 10,5%.

Di sisi lain, ruang masyarakat untuk menabung justru semakin menyempit. BI mencatat, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau saving to income ratio pada Agustus 2026 turun menjadi 15,8%, dari 16,8% pada Juli 2026.

Dengan demikian, dibandingkan bulan sebelumnya, porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi meningkat 1,5 poin persentase, sedangkan porsi pendapatan yang ditabung turun 1 poin persentase. Sementara itu, alokasi untuk pembayaran cicilan hanya berubah tipis.

Penurunan porsi tabungan tersebut juga terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Adapun untuk konsumsi, proporsinya meningkat di seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp 3,1 juta-Rp 4 juta yang turun menjadi 72,6%.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat pada Agustus 2026 belum diikuti dengan peningkatan kemampuan atau ruang untuk menambah tabungan.

Pendapatan konsumen cenderung lebih banyak terserap untuk konsumsi, sementara alokasi untuk disimpan mengalami penurunan. Hanya kelompok dengan pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta yang porsi tabungannya meningkat.

Baca Juga: Purbaya Dorong Daerah Berutang ke SMI, Cicilan Dibayar dari DBH

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×