Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan mulai menunjukkan perbaikan pada Agustus 2026. Menariknya, optimisme justru tampak memuncak di segmen konsumen usia di atas 60 tahun dan konsumen dengan pengeluaran Rp 1 juta-Rp 2 juta.
Ini terlihat dari hasil survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Agustus 2026 yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), Rabu (9/9/2026). BI mencatat, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Agustus 2026 mencapai 125,7, meningkat dari 123,1 pada Juli.
Sekadar informasi, posisi indeks di atas 100 menandakan optimisme. Kendati demikian, jika dilihat sepanjang 2026, pergerakan IEKLK masih menunjukkan kecenderungan melemah.
Indeks optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja ke depan sempat berada di level 135,1 pada Januari. Indeks terus turun hingga mencapai 124,4 pada Juni dan 123,1 pada Juli.
Kenaikan pada Agustus sebesar 2,6 poin membawa IEKLK menjauh dari titik terendah tahun ini, tetapi masih membuatnya 9,4 poin di bawah posisi Januari. Dengan demikian, kenaikan Agustus lebih tepat dilihat sebagai pembalikan setelah pelemahan panjang.
Baca Juga: Ekspektasi Penghasilan Konsumen Membaik, tetapi Masih di Bawah Awal 2026
Tapi perlu dicatat juga, posisi di Agustus 2026 masih lebih baik dibanding setahun sebelumnya. IEKLK Agustus 2026 sebesar 125,7 meningkat 2,9 poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 122,8.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kelompok konsumen masih menunjukkan optimisme. Kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta-Rp 4 juta mencatat IEKLK tertinggi, yakni 128,8.
Yang paling menonjol adalah perubahan pada kelompok pengeluaran Rp 1 juta-Rp 2 juta. IEKLK kelompok ini meningkat 7,7 poin pada Agustus, menjadi 124,9. Kenaikan tersebut merupakan yang terbesar di antara seluruh kelompok pengeluaran.
Perbedaan yang lebih tajam terlihat berdasarkan usia. IEKLK tertinggi berada pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 129,2, disusul usia 31-40 tahun sebesar 127,3 dan usia 41-50 tahun sebesar 124,4.
Meski bukan kelompok dengan indeks tertinggi, usia di atas 60 tahun mencatat lonjakan IEKLK terbesar, yakni 9,9 poin dalam sebulan. Kelompok usia 41-50 tahun juga naik 5,4 poin dan usia 51-60 tahun naik 2,0 poin. Sementara itu, IEKLK usia 20-30 tahun justru turun 0,8 poin.
Baca Juga: Bukan Mimpi! Prabowo Sebut Indonesia Bakal Jadi Ekonomi Terbesar Ke-4 Dunia
Perbaikan optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja ke depan seiring dengan persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini yang juga menunjukkan perbaikan pada Agustus. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) naik menjadi 104,1 dari 101,1 pada Juli.
Namun, seperti halnya ekspektasi, IKLK mengalami pelemahan sepanjang sebagian besar 2026. Dari 109,9 pada Januari, indeks sempat naik menjadi 110,7 pada Februari, kemudian terus melemah hingga 101,1 pada Juli. Agustus menjadi titik balik dengan kenaikan 3,0 poin.
Secara tahunan, perbaikannya jauh lebih kuat. IKLK Agustus 2026 sebesar 104,1 dibandingkan 93,2 pada Agustus 2025, atau naik 10,9 poin. Indeks di bawah angka 100 menunjukkan pesimisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- Bank Indonesia (BI)
- Indeks Keyakinan Konsumen
- Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia
- Keyakinan Konsumen
- Indeks Keyakinan Konsumen.
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)
- Survei Bank Indonesia
- Kelompok Usia 20-30
- Pengeluaran 1-2 juta
- Optimisme kerja konsumen
- IEKLK Agustus 2026
- Usia >60
- Tren indeks 2026
- Perbandingan 2025-2026
- Indeks ketersediaan kerja
- Kenaikan IEKLK terbesar













