kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.869   26,00   0,15%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Konflik Geopolitik Tak Pengaruhi Kinerja Perdagangan Internasional Indonesia


Rabu, 15 November 2023 / 14:49 WIB
Konflik Geopolitik Tak Pengaruhi Kinerja Perdagangan Internasional Indonesia
ILUSTRASI. Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/6/2023). Konflik Geopolitik yang Terjadi Tak Pengaruhi Kinerja Perdagangan Internasional RI.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, tak terlalu memengaruhi kinerja perdagangan internasional Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kontribusi perdagangan dengan keempat negara tersebut tak terlalu signifikan. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebut, kontribusi ekspor ke Palestina hingga Oktober 2023 hanya 0,0011% terhadap total ekspor Indonesia. 

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Berpotensi Meningkat pada Oktober 2023

Plus kontribusi impor dari Palestina dari Januari 2023 hingga Oktober 2023 hanya 0,0000%. Alias, karena sangat kecil, maka sampai BPS menggunakan empat digit desimal pun, belum bisa menunjukkan besarannya.

Kemudian, kontribusi ekspor Indonesia ke Israel selama sepuluh bulan belakangan sebesar 0,07% terhadap total ekspor. 

Sedangkan kontribusi impor non migas dari Israel ke Indonesia dari Januari 2023 hingga Oktober 2023 adalah sebesar 0,011% dari total impor.

“Hingga dapat disimpulkan, bahwa kondisi politik di negara-negara tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia,” tutur Pudji, Rabu (15/11) di Jakarta. 

Baca Juga: Ekspor Indonesia Meningkat pada Oktober 2023

Saat berbicara terkait ketegangan politik di Ukraina dan Rusia, Pudji juga bilang ini tak memengaruhi kinerja perdagangan internasional Indonesia. 

Memang, komoditas utama impor Indonesia dari Ukraina adalah serealia. Namun, saat negara tersebut melakukan proteksionisme, Indonesia memiliki pangsa pasar alternatif, yaitu Australia dan Argentina. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×