kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.998   -51,00   -0,30%
  • IDX 7.153   104,47   1,48%
  • KOMPAS100 989   17,18   1,77%
  • LQ45 728   12,16   1,70%
  • ISSI 254   3,04   1,21%
  • IDX30 395   6,88   1,77%
  • IDXHIDIV20 494   6,04   1,24%
  • IDX80 112   1,95   1,78%
  • IDXV30 136   0,96   0,71%
  • IDXQ30 129   2,16   1,71%

Komnas HAM minta pemerintah selesaikan konflik agraria sebelum genjot investasi


Rabu, 20 November 2019 / 21:21 WIB
Komnas HAM minta pemerintah selesaikan konflik agraria sebelum genjot investasi
ILUSTRASI. Ratusan warga dari tiga desa di Kabupaten Serang usai mengadukan nasib mereka atas tindakan aksi premanisme yang mereka alami ke Kantor Komnasham melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (22/12). Para pengunjuk rasa yang terdiri dari anak-anak hingga


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Sebab itu, sebelum menggenjot investasi, Komnas HAM meminta pemerintah menyelesaikan konflik agraria terlebih dahulu.

"Kalau memang investasi menjadi prioritas, segala konflik agraria harus diselesaikan terlebih dahulu karena kita akan menabung konflik-konflik baru dan menambah rumit penyelesaian di masa depan kalo konflik yang lama tidak diselesaikan," kata Sandra.

Baca Juga: Bappenas tetap buat masterplan pemindahan ibu kota meski UU belum rampung

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, sepanjang tahun 2018 KPA mencatat sedikitnya telah terjadi 410 kejadian konflik agraria dengan luasan wilayah konflik mencapai 807.177,613 hektar dan melibatkan 87.568 KK di berbagai provinsi di Indonesia. 

Dengan demikian, secara akumulatif sepanjang empat tahun (2015 – 2018) pemerintahan periode pertama Jokowi telah terjadi sedikitnya 1.769 letusan konflik agraria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×