kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Komisi Haji tak gajian sejak era SBY


Selasa, 14 Juni 2016 / 11:58 WIB
Komisi Haji tak gajian sejak era SBY


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/6/2016) pagi. Salah satu topik yang dibicarakan, yakni persoalan honor anggota komisi yang belum diterima sejak komisi itu dibentuk.

"Nyuwun sewu (mohon maaf), KPHI sudah tiga tahun bekerja, alhamdullilah kami belum mendapatkan honor," ujar Ketua KPHI Samidin Nashir kepada para wartawan usai bertemu Presiden.

"Sebenarnya kami malu menyampaikan ini. Tapi kami membohongi diri sendiri. Makanya kami sampaikan," lanjut dia. Nashir mengatakan, pembentukan KPHI era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak dibarengi dengan pembuatan Peraturan Presiden tentang honorarium KPHI.

Padahal KPHI telah rapat dengan berbagai kementerian demi Perpres itu. Namun hingga saat ini Perpres belum juga keluar. "Memang kami harus sabar. Apalagi ini bulan puasa. Mungkin KPHI ini lembaga baru lahir, jadi perlu diuji dulu," ujar dia seraya tertawa.

Anggaran operasional pun sama tidak jelasnya. Selama ini, anggaran operasional mereka dibiayai dari unit/satuan penyelenggara haji yang diawasi.

Selain itu, ada persoalan kekurangan sumber daya manusia dan aset sekretariat yang menyita energi komisi. Meski demikian, KPHI yakin persoalan tersebut bisa diselesaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Setelah bertemu sekitar 45 menit, KPHI telah mendengar sendiri komitmen Presiden untuk menyelesaikan persoalan itu. "Presiden sangat merespons positif serta telah menugaskan Menteri Sekretariat Negara (Pratikno) untuk menggelar rapat terbatas untuk persoalan-persoalan kami," ujar Nashir.

(Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×