kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.859   13,00   0,08%
  • IDX 8.974   37,25   0,42%
  • KOMPAS100 1.236   7,14   0,58%
  • LQ45 872   4,11   0,47%
  • ISSI 326   1,99   0,61%
  • IDX30 442   2,49   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   2,91   0,56%
  • IDX80 138   0,90   0,66%
  • IDXV30 145   1,11   0,77%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Komisaris Bank Mutiara: Kami Jangan Diobok-Obok


Jumat, 19 Februari 2010 / 14:17 WIB
Komisaris Bank Mutiara: Kami Jangan Diobok-Obok


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Sepak terjang Pansus (Panitia Khusus) Hak Angket Bank Century rupanya telah menimbulkan keresahan bagi jajaran direksi Bank Century yang kini bernama Bank Mutiara. Terlebih dengan upaya penyitaan data nasabah yang sifatnya rahasia sampai ancaman penyanderaan jika direksi tidak bersedia membuka data tersebut.

"Kami bukan pihak yang dipersalahkan. Saya berharap pansus mengejar pihak pihak yang membuat Bank Century rusak. Jangan kami yang diobok-obok," kata Eko B Supriyanto, komisaris Bank Mutiara kepada KONTAN, kemaren.

Sejauh ini, keenggan Bank Mutiara untuk membuka data nasabah tidak lain terbentur dengan adanya Undang-Undang Kerahasian Bank. Hal ini berkait dengan melindungi kepentingan perbankkan.

Eko pun berharap Pemerintah dan Bank Indonesia dapat membantu jajaran direksi Bank Mutiara dalam menjalankan tugasnya. "Kami jangan dibiarkan seperti orang sakit lepra, untungnya kami punya nasabah yang loyal, karena kami menjaga rahasia nasabah.
Kami tidak ingin menjadi korban dari politisasi yang dilakukan oleh Pansus." tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×