kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Koalisi Ekonomi Membumi Gelar Bimtek Pengembangan Komoditas Lestari Daerah


Kamis, 23 Januari 2025 / 20:32 WIB
Koalisi Ekonomi Membumi Gelar Bimtek Pengembangan Komoditas Lestari Daerah
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati perhiasan mutiara asal Lombok di pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2024 di JCC, Jakarta, Rabu (10/7). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Guna mendorong penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD, Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) menggandeng Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Traction Energy Asia mengadakan
kegiatan Serial Bimtek Strategi Pengembangan Komoditas Lestari dan Rancangan Awal RPJMD. Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta perwakilan dinas teknis dan Bappeda perwakilan 29 kabupaten dari Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali dan Sulawesi-Maluku.

Dua kegiatan bimtek tersebut diselenggarakan secara paralel dan hasilnya akan saling memperkuat. Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan penyusunan RPJMD 2025-2029 merupakan momentum yang harus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengintegrasikan isu keberlanjutan. 

"Pengembangan komoditas lestari menjadi langkah strategis bagi daerah untuk memaksimalkan potensi lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekologis, sosial, dan budaya," kata Sarman, dalam keterangannya, Kamis (23/1). 

Baca Juga: Kepemilikan Izin Usaha Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM Wastra

Melalui pendekatan rantai nilai gotong royong alias value chain collaborator canvas (VC3), KEM mengajak peserta melihat dan menentukan potensi komoditas strategis daerah mereka dari sisi hulu, proses, hingga hilir. Selama kegiatan, peserta diajak untuk memetakan komoditas lestari dan prioritas berbasis kearifan lokal mana yang ramah hutan dan gambut di daerah masing-masing.

Para narasumber juga turut memandu peserta dalam menganalisis permasalahan di tingkat lapangan, pengolahan dan, pasar, memetakan aktor
dalam rantai nilai, mengembangkan rekomendasi solusi program, dan akses pendanaan. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya ekosistem yang kolaboratif dan tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×