kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Klaster corona Jabar, dari seminar syariah, jamaah Gereja Bethel sampai Asrama Polisi


Jumat, 03 April 2020 / 21:41 WIB
Klaster corona Jabar, dari seminar syariah, jamaah Gereja Bethel sampai Asrama Polisi
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan), memberikan keterangan pers usai melakukan koordinasi, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). Menteri Dalam Negeri berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa


Reporter: Lidya Yuniartha, Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Kemudian inisiatif kedua Pemrov Bogor melakukan pengetesan melalui sample darah atau rapid test dari 25.000 sumbangan Yayasan Budha Suci. Sebab, "Rapid test dari Kemenkes baru datang tiga hari kemudian," kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Baru 15.000 warga Jabar yang melakukan rapid test hingga Jumat (3/4)

Rapid test yang dilakukan oleh Pemrov Jabar, berjalan dengan cara datang ke masyarakat secara langsung atau test door to door, melalui Puskesmas dan Rumah Sakit. "Ada juga drive true, pasein tidak turun dari mobil, sehingga tidak ada sentuhan fisik tak ada kerumunan, orang datang berjenjang sesuai jadwal," katanya. 

Selanjutnya setelah mendapatkan rapid test kit dari Kementerian Kesehatan, Provinsi Jabar membagikan sekitar 50.000 rapid test ke kabupaten dan kota. Hingga Jumat (3/4) warga Jawa Barat yang sudah melakukan pengetesan cepat atau rapid test untuk mengetahui indikasi awal infeksi sebanyak 15.000 orang.

Baca Juga: Menteri BUMN Eric Tohir: BUMN tidak memproduksi APD dan ventilator

Dari 15.000 rapid test itu hasilnya ada sebanyak 677 positif di Jabar. Sebagai catatan hasil positif dari rapid test belum memastikan pasien positif terinveksi virus corona Covid-19 tapi sudah terinveksi oleh virus karena sudah ada antibodi di tubuh pasien yang ditest.

"Kesimpulan kami, semakin banyak mengetes makin tahu virus itu beredar di mana saja. Saya meyakini kasusnya berlipat-lipat. Tapi karena kecepatan mengetes tidak secepat harapan, maka data terlihat sedikit," kata Ridwan Kamil.

SELANJUTNYA>>>


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×