kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

KKP sebut investasi di sektor kelautan dan perikanan melambat, ini penyebabnya


Rabu, 08 Desember 2021 / 15:46 WIB
KKP sebut investasi di sektor kelautan dan perikanan melambat, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Sejumlah bandeng kawak ditunjukkan seusai penimbangan bandeng kawak di Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (12/11/2019). KKP sebut investasi di sektor kelautan dan perikanan melambat, ini penyebabnya.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Investasi pada sektor kelautan dan perikanan pada tahun 2021 sedikit mengalami pelambatan karena adanya pandemi yang membuat mobilitas masyarakat kembali tertahan.

“Karena ada pengaruh dari pandemi, sehingga beberapa pihak menahan rencana investasinya, namun kalau kita lihat, masih naik, tetapi berkurang pertumbuhannya,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti dala konferensi pers virtual, Rabu (8/12). 

Pada tahun 2020, investasi di sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 6,20 triliun dan diperkirakan pada akhir tahun 2021, investasi ini akan turun menjadi Rp 5,61 triliun, karena sampai September 2021, angkanya baru mencapai Rp 4,11 triliun. 

Baca Juga: Ekspor produk perikanan Indonesia naik 6,6% per Oktober 2021, udang jadi tumpuan

Akan tetapi, Artati mengungkapkan bahwa saat ini perlambatan investasi terjadi dari penanaman modal asing (PMA), sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih meningkat. 

Sementara itu, merujuk data Badang Koordinasi Penanaman modal (BKPM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari total Rp 4,11 triliun investasi yang masuk, saluran paling besar adalah untuk budidaya mencapai Rp 1,29 triliun, disusul pengolahan Rp 1,16 triliun, penangkapan Rp 730 miliar, perdagangan Rp 700 miliar, dan jasa perikanan Rp 24 miliar.

Baca Juga: KKP tangkap 3 kapal pencuri ikan berbendera Malaysia di Selat Malaka & Laut Sulawesi

Dari data tersebut juga diungkapkan bahwa asal dari PMA terbesar berasal dari Singapura mencapai Rp 130 miliar, Swiss Rp 100 miliar, India Rp 50 miliar, Jepang Rp 40 miliar, dan dari China Rp 40 miliar. 

Ke depan, pemerintah optimistis terjadi percepatan realisasi investasi seiring dengan penanganan yang baik terhadap pandemi Covid-19 dan terobosan KKP dalam mendorong investasi baru di usaha penangkapan terukur dan budi daya ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×