Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat, sebanyak 423 orang tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H atau 2026 yang berlatarbelakang mukimin maupun mahasiswa di Arab Saudi sedang melakukan pelatihan bimbingan teknis.
Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko membeberkan, tujuan adanya bimbingan teknis tersebut, untuk memantapkan kemampuan tenis mereka, sehingga lebih siap dalam melayani para jemaah haji yang akan tiba dalam waktu dekat, atau pada 22 April 2026.
“Seperti yang direncanakan mungkin nanti insyaallah pada hari Rabu (22 April 2026) pagi waktu Arab Saudi khususnya di Madinah akan tiba jemaah kloter pertama dari JKK 01, dan kami yang berada di Arab Saudi akan siap untuk melayani tamu-tamu Allah,” tutur Soeharyo kepada awak media, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga: Kinerja Pengawasan Kepatuhan Material Seret, Penerimaan Baru Rp 136 Triliun
Soeharyo menambahkan, para petugas haji akan bergabung, berkolaborasi, bersinergi dengan tenaga pendukung maupun PPIH yang berasal dari unsur lainnya.
Ia juga berharap, dengan adanya bimbingan teknis untuk para tenaga pendukung tersebut, dapat terus meningkatkan profesionalitas dan sinergitas dengan berbagai unsur, sekaligus memahami besarnya harapan masyarakat Indonesia yang harus dijawab melalui pelayanan prima.
Menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia, ia menjelaskan bahwa KJRI Jeddah memfasilitasi dan mendukung setiap upaya yang dilakukan Kementerian Haji dan Umroh Indonesia dalam mempersiapkan pelayanan.
Beberapa hari sebelumnya, pihaknya juga telah mengirimkan Konsulat Jenderal dari Jeddah untuk mendampingi tim Jawazat atau Imigrasi Arab Saudi, khususnya dalam melayani jemaah yang melalui rute Makkah, agar proses kedatangan lebih lancar dan pemeriksaan keimigrasian dapat dilakukan di Indonesia.
Selain itu, ia menambahkan bahwa koordinasi akan terus dilakukan dari hari ke hari, terutama terkait perlindungan jemaah bersama tim perlindungan jemaah (linjam) dari PPIH Arab Saudi.
Baca Juga: Harga Jual Produk Diprediksi Naik, Kadin: Sinyal Inflasi Terasa untuk Konsumen
“Diharapkan dengan adanya peningkatan tersebut, pelayanan Haji tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.
Lebih lanjut, Soeharyo membeberkan, para petugas tenaga pendukung tersebut akan dibagi ke dalam dua daerah kerja (daker), yakni Daker Madinah dan Daker Bandara. Di Daker Madinah, para petugas akan disebar ke berbagai subsektor dan akan berinteraksi langsung dengan para jemaah.
Ia menekankan bahwa banyak jemaah haji yang tergolong lansia maupun berisiko tinggi, sehingga memerlukan penanganan khusus dengan sepenuh hati.
“Oleh karena kami menekankan bahwa mereka perlu meluruskan niat bahwa ini adalah melayani dan tidak menganggap ini sebagai business as usual yang akan lebih meningkatkan kinerja mereka ke depannya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













