Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan baku utama industri dalam negeri masih belum stabil akibat konflik geopolitik yang tak kunjung usai. Alhasil, kenaikan harga jual sejumlah produk di Indonesia juga membayangi.
Kenaikan harga minyak mentah global menyebabkan semua bahan baku utama industri melonjak. Seperti bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi hingga harga plastik saat ini harganya sudah melonjak tinggi.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan, kenaikan biaya bahan baku akan mengerek harga jual produk.
Baca Juga: Kontrak Baru Total Bangun Persada (TOTL) Capai Rp 2,6 Triliun per Kuartal I 2026
"Kenaikan harga bahan baku dan energi saat ini memang tidak terhindarkan akan diteruskan ke harga jual produk," ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa kepada Kontan, Minggu (19/4/2026).
Erwin menjelaskan kenaikan harga jual produk dalam negeri akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga.
"Kenaikan harga barang industri akan menyebabkan penurunan daya beli riil, karena pendapatan masyarakat tidak meningkat secepat kenaikan harga," kata dia.
Baca Juga: Kesenjangan Akses Internet Masih Lebar, Satelit Jadi Solusi di Indonesia Timur
Erwin menyatakan, akibatnya konsumsi masyarakat akan cenderung berpindah kepada kebutuhan pokok.
"Konsumsi akan cenderung bergeser dari barang sekunder ke kebutuhan pokok, bahkan dalam beberapa kasus terjadi penundaan pembelian. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai dirasakan di tingkat konsumen," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













