kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 18.003   58,00   0,32%
  • IDX 6.246   70,70   1,14%
  • KOMPAS100 827   12,65   1,55%
  • LQ45 632   10,42   1,67%
  • ISSI 214   1,99   0,94%
  • IDX30 357   5,99   1,70%
  • IDXHIDIV20 445   6,53   1,49%
  • IDX80 94   1,43   1,54%
  • IDXV30 119   1,34   1,14%
  • IDXQ30 115   1,90   1,68%

Kinerja manufaktur Indonesia kembali cetak rekor tertinggi


Rabu, 02 Juni 2021 / 09:54 WIB
ILUSTRASI. Kinerja manufaktur Indonesia kembali cetak rekor tertinggi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja industri manufaktur kembali meningkat pada bulan Mei 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia di posisi 55,3 atau naik dari 54,6 pada bulan April 2021.

Tak tanggung-tanggung, angka ini kembali mencatat rekor survei tertinggi selama 3 bulan berturut-turut. Bahkan, ini menunjukkan kondisi bisnis yang kini telah menguat dalam tujuh bulan berturut-turut.

“Permintaan baru, output, dan pembelian naik pada tingkat yang belum pernah terjadi selama 10 tahun sejarah survei, sementara ketenagakerjaan kembali bertumbuh setelah 14 bulan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas operasional yang meningkat,” ujar IHS Markit dalam laporannya, Rabu (2/6).

Terperinci, perusahaan mencetak peningkatan yang lebih kuat dari permintaan secara keseluruhan, didukung oleh pertumbuhan permintaan baru internasional pada bulan kedua, yang memicu kenaikan produksi manufaktur pada bulan Mei 2021. 

Baca Juga: Upaya Mencapai Laju Ekonomi 2021

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan permintaan baru dan produksi yang meningkat, produsen kemudian meningkatkan pembelian bahan baku dan barang setengah jadi, sehingga memperluas pembelian selama empat bulan berturut-turut. 

Para pengusaha manufaktur kemudian mengaitkan kenaikan sebagai respons baik terhadap pemenuhan permintaan saat ini dan antisipasi dari permintaan yang akan datang. 

Sementara itu, perluasan jumlah tenaga kerja terlihat untuk pertama kalinya sejak 15 bulan ketika perusahaan merekrut lebih banyak pegawai untuk memperluas kapasitas operasi mereka. 

Seiring dengan hal itu, tingkat kenaikan pekerjaan yang belum terselesaikan pun berkurang pada bulan Mei 2021, meski penumpukan pekerjaan masih tetap naik dalam tiga bulan berjalan. 

“Perluasan jumlah tenaga kerja sepertinya membantu meringankan sebagian permintaan penumpukan pekerjaan,” terang IHS Markit. 

Baca Juga: Bhima Indef: THR Tak Maksimal Genjot Ekonomi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×