kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Presiden Prabowo Minta Semua Warga RI Punya Rekening, BRI & BSI Diminta Siapkan Akses


Senin, 07 September 2026 / 22:18 WIB
Presiden Prabowo Minta Semua Warga RI Punya Rekening, BRI & BSI Diminta Siapkan Akses
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan langkah untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden meminta agar penduduk Indonesia memiliki rekening yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, seperti bantuan sosial (Bansos) misalnya.

Airlangga mengatakan, arahan tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama Presiden terkait kepemilikan rekening masyarakat Indonesia.

"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah akan menggunakan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis dalam penyiapan rekening tersebut.

Baca Juga: Tunjangan Guru Langsung ke Rekening, Guru Non ASN Naik Jadi Rp2 Juta

Data Dukcapil nantinya akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia, terutama yang berkaitan dengan sistem pembayaran dan gateway system. Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga akan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kita capai," jelasnya.

Airlangga menyebut, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini telah mencapai 93,62%. Sementara itu, tingkat literasi keuangan berada di level 69,57%.

Airlangga menilai capaian tersebut relatif baik. Ia membandingkan tingkat literasi keuangan Indonesia dengan standar negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berada di sekitar 63%.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Digital Single ID Berbasis AI untuk Bansos dan Subsidi

Meski demikian, pemerintah masih ingin meningkatkan kedua indikator tersebut. Salah satu caranya melalui perluasan kepemilikan rekening masyarakat.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan rekening yang disiapkan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi masyarakat.

"Ke depannya berbagai program nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," kata Airlangga.

Dengan demikian, pemerintah berpotensi menggunakan rekening masyarakat sebagai salah satu kanal dalam penyaluran berbagai program pemerintah.

Adapun pelibatan BRI dan Bank Syariah Indonesia menjadi bagian dari persiapan pemerintah untuk menyediakan rekening bagi masyarakat.

Integrasi dengan data Dukcapil dan sistem pembayaran Bank Indonesia diharapkan dapat mendukung ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Baca Juga: DJP Bekukan 3.185 Rekening Penunggak Pajak di 11 Bank Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×