kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,33   4,58   0.51%
  • EMAS1.318.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ketua Satgas Covid-19 akui pemerintah lengah mengawasi libur panjang Agustus


Kamis, 22 Oktober 2020 / 04:44 WIB
Ketua Satgas Covid-19 akui pemerintah lengah mengawasi libur panjang Agustus


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sepertinya tidak mau kecolongan lagi dalam mengawasi masa libur panjang yang akan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Itu sebabnya, pemerintah akan memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan libur panjang kali ini. 

Dalam acara talkshow yang ditayangkan di kanal YouTube resmi BNPB, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui pemerintah sempat lengah dalam mengawasi libur panjang pada Agustus lalu. Kondisi itu menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan di Indonesia. 

"Betul sekali kita lengah. Mungkin pemerintah juga kurang begitu sigap untuk sosialisasi," jelas Doni. 

Sebelumnya, Doni menerangkan, pada saat libur Idul Fitri, pemerintah dengan tegas mengajak masyarakat untuk menahan diri bersabar agar tidak mudik. "Alhamdulillah, kasus yang terjadi tidak mengalami peningkatan yang signifikan," jelasnya. 

Baca Juga: Antisipasi libur panjang, Kemenkes siapkan jurus menekan penyebaran corona

Namun, lanjutnya, pada akhir Juli yang bertepatan dengan libur Idul Adha, mulai ada pelonggaran-pelonggaran. Pada masa ini, upaya-upaya bersama pemerintah untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19, mungkin tidak sekencang saat libur Idul Fitri. Apalagi dilanjutkan dengan liburan 17 Agustus dan juga liburan bersama pada minggu ketiga akhir bulan agustus. 

"Apa yang terjadi? Kasus Covid-19 mengalami peningkatan pada akhir Agustus dan awal September. Sampai akhirnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kekhawatiran DKI atas kenaikan kasus termasuk kenaikan rate okupansi ketersediaan tempat tidur di ICU rumah sakit Jakarta yang diperkirakan akan penuh pada tanggal 17 september. Ini juga termasuk langkah Pak Anies mengubah kebijakan dari PSBB transisi kembali ke PSBB yang ketat," paparnya.

Baca Juga: Karyawan yang pergi ke zona merah saat libur panjang wajib lapor

Merujuk hal tersebut, kata Doni, Presiden Joko Widodo berulang kali menyampaikan kekhawatirannya akan potensi masalah baru dalam penanganan Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober ini. 

Doni menyebut, saat ini angka persentase tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 3,45%. Jika dibandingkan, angka ini masih di bawah angka persentase kematian global sebesar 2,79%. Dia pun mengingatkan, potensi penularan Covid-19 masih tinggi. 

Baca Juga: Pengurangan mobilitas saat libur panjang potensial turunkan kasus Covid-19

Oleh karenanya, dia terus mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan saat masa liburan panjang nanti. "Masyarakat hendaknya selalu mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan rajin mencuci tangan saat berwisata," jelasnya.

Dia juga menyarankan, apabila tidak mendesak, sebaiknya masyarakat melakukan liburan di rumah saja. "Kita bisa mengisi liburan dengan membersihkan lingkungan di sekitar rumah agar terhindar dari potensi banjir," sarannya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Inilah ujian yang harus dihadapi Indonesia berikutnya menurut epidemiolog

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×