kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ketua MUI bantah diminta SBY terbitkan fatwa


Selasa, 31 Januari 2017 / 17:10 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin membantah menerima telepon dari Presiden RI 2003-2014 Susilo Bambang Yudhoyono untuk menerima kedatangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti-Sylviana Murni dan segera menerbitkan fatwa penistaan agama.

"Apakah sebelum pertemuan hari Jumat, Kamisnya ada telepon dari SBY sekitar pukul 10.16 WIB supaya diatur pertemuan dengan paslon satu agar diterima di PBNU dan SBY juga minta segera dikeluarkan fatwa soal penodaan agama?" tanya kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat kepada Maruf di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

Pertanyaan tersebut langsung dibantah Ma'aruf. Ia menegaskan, tidak menerima telepon seperti yang ditanyakan tim kuasa hukum Ahok.

Humphrey kemudian meminta Ma'ruf berbicara jujur dan mengingatkan jika dia telah disumpah sebelum memberikan kesaksian. "Saudara tahu konsekuensinya jika memberikan keterangan palsu, siapapun itu," kata Humhprey.

Humprey kemudian menegaskan pihaknya memiliki bukti jika Maruf Amin menerima telepon dari SBY. Kemudian, kuasa hukum Ahok, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan saksi maju ke meja majelis hakim untuk memastikan bukti telepon tersebut.

(Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×