kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.827   -78,00   -0,46%
  • IDX 8.384   112,28   1,36%
  • KOMPAS100 1.180   15,84   1,36%
  • LQ45 845   9,68   1,16%
  • ISSI 299   4,14   1,40%
  • IDX30 443   6,23   1,43%
  • IDXHIDIV20 527   5,07   0,97%
  • IDX80 131   1,59   1,23%
  • IDXV30 144   0,80   0,56%
  • IDXQ30 142   1,70   1,21%

Kesepakatan Dagang, Indonesia Bakal Impor Jagung hingga Alkohol dari AS


Senin, 23 Februari 2026 / 11:43 WIB
Kesepakatan Dagang, Indonesia Bakal Impor Jagung hingga Alkohol dari AS
ILUSTRASI. Jagung impor (Dok/Bapanas) Pemerintah Indonesia dan AS resmi menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik alias The Agreement on Reciprocal Trade (ART).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik alias The Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia bakal membuka keran impor sejumlah komoditas asal Negeri Paman Sam, mulai dari jagung hingga minuman beralkohol.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa ketentuan ini mengatur pemberian akses impor jagung asal AS khusus untuk peruntukan bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin). Ia menegaskan, kebijakan ini diambil untuk memastikan kecukupan bahan baku industri dalam negeri.

"Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin) dengan volume tertentu per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Indonesia Bakal Impor Ayam dari AS Senilai US$ 20 Juta, Ini Peruntukannya

Haryo menyebut, kebutuhan importasi jagung untuk industri MaMin pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 1,4 juta ton. Pemilihan jagung asal AS didasarkan pada spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut.

Dia bilang, mengingat industri MaMin berkontribusi 7,13% terhadap PDB Nasional dan menyumbang 21% dari total ekspor non-migas, pemenuhan bahan baku menjadi krusial.

Selain jagung, poin yang menarik perhatian dalam perjanjian ART ini adalah kesepakatan impor produk minuman beralkohol asal AS. Haryo mengungkapkan, langkah ini bertujuan untuk mendukung daya saing Indonesia sebagai destinasi internasional serta meningkatkan belanja wisatawan (tourism spending).

"Ketersediaan produk yang beragam dan berkualitas mendukung daya saing industri Indonesia sebagai destinasi internasional serta meningkatkan tourism spending," jelas Haryo.

Haryo menuturkan, nilai importasi alkohol dari AS relatif kecil dibandingkan produk serupa dari negara-negara Eropa. Berdasarkan data 2025, total impor minuman alkohol Indonesia mencapai US$ 1,23 miliar, di mana produk asal AS hanya menyumbang sekitar US$ 86,1 juta atau setara 7% dari total nilai impor.

Ia pun memastikan, seluruh produk minuman beralkohol yang masuk tetap harus melewati pengawasan ketat.

"Seluruh impor minuman beralkohol juga tetap tunduk pada persyaratan perizinan, keterangan informasi, dan ketentuan keamanan makanan-minuman di BPOM," tegasnya.

Baca Juga: RI Bakal Impor Beras Khusus 1.000 Ton dari AS, Pengamat: Nilainya Kecil

Selanjutnya: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×