kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.827   -78,00   -0,46%
  • IDX 8.384   112,28   1,36%
  • KOMPAS100 1.180   15,84   1,36%
  • LQ45 845   9,68   1,16%
  • ISSI 299   4,14   1,40%
  • IDX30 443   6,23   1,43%
  • IDXHIDIV20 527   5,07   0,97%
  • IDX80 131   1,59   1,23%
  • IDXV30 144   0,80   0,56%
  • IDXQ30 142   1,70   1,21%

Indonesia Bakal Impor Ayam dari AS Senilai US$ 20 Juta, Ini Peruntukannya


Senin, 23 Februari 2026 / 11:30 WIB
Indonesia Bakal Impor Ayam dari AS Senilai US$ 20 Juta, Ini Peruntukannya
ILUSTRASI. (ANTARA FOTO/Andry Denisah) Indonesia diproyeksikan bakal mengimpor ayam sebanyak 580.000 ekor dengan estimasi nilai mencapai hingga US$ 20 juta.dari Amerika Serikat.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa rencana impor produk ayam dari Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan The Agreement on Reciprocal Trade (ART) ditujukan untuk memperkuat industri peternakan domestik. Indonesia diproyeksikan bakal mengimpor ayam sebanyak 580.000 ekor dengan estimasi nilai mencapai US$ 17 juta hingga US$ 20 juta.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa impor tersebut bukan dalam bentuk ayam potong untuk konsumsi, melainkan bibit ayam atau Grand Parent Stock (GPS). Hal ini diperlukan karena Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan GPS sendiri.

"Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry yakni untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor (dengan estimasi nilai sekitar US$ 17-20 juta). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Luhut: Justru RI Diuntungkan

Haryo menambahkan, untuk impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs, secara aturan memang tidak dilarang. Namun, prosesnya harus memenuhi persyaratan ketat mulai dari kesehatan hewan, keamanan pangan, hingga ketentuan teknis yang berlaku.

Selain bibit ayam, lanjut Haryo, pemerintah juga mencatat adanya kebutuhan impor untuk industri pengolahan makanan. Indonesia rutin mengimpor mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku pembuatan produk olahan seperti sosis dan nugget.

"Untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga melakukan importasi mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya dengan estimasi volume impor sekitar 120.000-150.000 ton per tahun," jelasnya.

Lebih lanjut, Haryo menepis kekhawatiran bahwa pembukaan keran impor ini akan membanjiri pasar dan mematikan peternak rakyat. Ia memastikan pemerintah tetap memegang kendali untuk menjaga ekosistem industri perunggasan nasional.

"Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik," pungkasnya.

Baca Juga: RI Bakal Impor Beras Khusus 1.000 Ton dari AS, Pengamat: Nilainya Kecil

Selanjutnya: Harga Pangan Stabil, Ini 3 Kunci Utama Redam Inflasi Tahunan

Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×