Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan sorotan publik terkait pengadaan barang seperti laptop, alat makan, hingga perlengkapan lain yang belakangan ramai diperbincangkan.
Ia menegaskan, informasi yang menyebut anggaran mencapai Rp 4 triliun tidak sesuai dengan data yang ada.
Dadan memastikan pengadaan tersebut memang dilakukan, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih kecil dari isu yang beredar.
“Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan,” kata Dadan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Bos Kopi Kenangan Angkat Bicara Soal Peluang IPO
Ia juga membantah klaim pengadaan 32.000 unit laptop maupun anggaran alat makan senilai Rp 4 triliun.
Menurut dia, pengadaan laptop di lingkungan BGN sepanjang 2025 hanya sekitar 5.000 unit dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Bukan 32.000 unit, tetapi sekitar 5.000 unit sepanjang 2025,” ujarnya.
Selain laptop, pengadaan alat makan juga dilakukan terbatas hanya untuk 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui pembiayaan APBN.
Proyek ini telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) kementerian terkait.
Baca Juga: Jeff Bezos Angkat Bicara soal PHK Massal di Washington Post, Tekankan Peran Data
Dadan merinci, total pagu anggaran pengadaan alat makan mencapai Rp 89,32 miliar dengan realisasi sekitar Rp 68,94 miliar.
Sementara itu, untuk pengadaan alat dapur, pagu ditetapkan sebesar Rp 252,42 miliar dengan realisasi sekitar Rp 245,81 miliar.
Ia menegaskan seluruh pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masing-masing SPPG dan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: BEI Angkat Bicara Soal IPO BUMN pada Akhir 2025
“Tidak ada pemborosan anggaran dalam pelaksanaannya,” kata Dadan.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/13/19513701/kepala-bgn-bantah-anggaran-laptop-dan-alat-makan-capai-rp-4-triliun-ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













