kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kemungkinan besar penerimaan negara bukan pajak di tahun ini akan lebih rendah


Minggu, 24 Maret 2019 / 09:30 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kemungkinan lebih rendah dari outlook alias target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

"Semua berkaitan dengan harga dari sumber daya alam (SDA)," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemkeu Nufransa Wirasakti saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/3).

Setelah dua bulan APBN 2019 berjalan, banyak perkiraan di asumsi makro yang meleset. Dalam asumsi makro di APBN 2019, harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan US$ 70 per barel namun realisasinya US$ 58,9 per barel hingga Februari 2019.

Nilai tukar rupiah diasumsikan Rp 15.000, namun secara year to date hingga Februari 2019 dikisaran Rp 14.104. Harga batubara juga turun dari tahun lalu hampir US$ 98 per ton menjadi US$ 92 per ton di periode sama.

Kendati demikian, Nufransa menegaskan, Kemkeu belum memiliki rencana untuk mengubah asumsi makro. Saat ini, pihaknya akan terus melakukan monitoring perkembangan perekonomia dunia dan domestik, termasuk harga komoditas dan nilai tukar. "Kami mengharapkan pelaksanaan PNBP dalam APBN 2019 lebih baik," ujar Nufransa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×