Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengklaim sejak Januari-November 2015 impor bawang merah dapat ditekan sebesar 74% menjadi 17.420 ton.
Sementara itu, realisasi ekspor bawang merah naik 93% menjadi 8.323 ton.
Hal itu dikatakan Kapusdatin Kemtan Suwandi akhir pekan lalu.
Ia bilang upaya pemerintah mengendalikan impor pangan dan mendorong ekspor mulai membuahkan hasil dan menghemat devisa sektiar Rp 299 miliar.
"Ekspor bawang merah meningkat didorong oleh produksi domestik meningkat sehingga terjadi surplus," ujar Suwandi.
Ia bilang, angka prognosa produksi bawang merah 2015 sebesar 1,24 juta ton meningkat 0,5% dibandingkan 2014 sebesar 1,23 juta ton.
Beberapa sentra penyumbang produksi nasional diantaranya di Kabupaten Brebes, Nganjuk, Probolinggo, Bima, Sumbawa, Tapin dan beberapa daerah sentra lainnya, papar Suwandi.
Lebih jauh Suwandi memaparkan bahwa Sistem tata niaga bawang merah sudah ditata lebih baik sehingga tidak terjadi gejolak harga serta disparitas harga antara harga di tingkat petani dengan tingkat eceran semakin kecil.
Menurutnya, berkat kerjasama Kemtan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Perum Bulog dengan melakukan pembelian bawang merah secara langsung ke sentra produksi seperti Brebes, Nganjuk, Probolinggo dan Bima serta dilakukan operasi pasar di beberapa wilayah telah berhasil memotong rantai pasokan dari enam sampai delapan rantai menjadi tiga sampai empat rantai dan harga menjadi stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













