kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Kemhut gandeng BNPB atasi kebakaran hutan Riau


Rabu, 19 Februari 2014 / 14:01 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kebakaran hutan di provinsi Riau terjadi hampir setiap tahun. Dalam beberapa hari terakhir, bencana tersebut sudah mulai terjadi kembali.

Kementerian Kehutanan akan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memadamkan api sehingga tak menyebar ke wilayah pemukiman penduduk.

"Kebakaran hutan sudah mulai terjadi lagi, penyebabnya, karena faktor alam yang sudah mulai masuk musim kemarau, dan faktor lain karena ulah manusia, dan Riau memang masuk dalam kategori menarik untuk perkebunan," ujar Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Rabu (19/2).

Ia mencontohkan, kebakaran hutan di Riau sempat membakar lahan gambut di Taman Nasional Giam Siak yang dimiliki oleh negara.

Ironisnya, kebakaran hutan yang kerap terjadi ini dilakukan oleh rakyat dan bukan oleh perusahaan. Alhasil, pemerintah harus berhadapan dengan rakyat terkait penindakan hukum atas kejadian ini.

Zulfkifli mengkritik Pemerintah Daerah (Pemda) Riau yang tak mau melakukan pemadaman dengan alasan keterbatasan alat pemadaman, dan tiap tahun Kementerian Kehutanan bersama BNPB yang melakukannya.

"Tahun ini kami akan antisipasi sebelum terjadi, sehingga tidak kecolongan," ucapnya.

Zulkifli memperkirakan, luas lahan yang terbakar mencapai 600 hektare (ha) dari total 9 juta ha hutan yang ada di Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×