kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana dari Sumatra hingga NTT


Sabtu, 22 Agustus 2026 / 20:28 WIB
Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana dari Sumatra hingga NTT
ILUSTRASI. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana, mulai dari Sumatra hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penanganan diarahkan agar akses jalan, layanan air bersih, dan fasilitas dasar masyarakat dapat segera kembali berfungsi.

Menteri PU Dody Hanggodo meminta pemerintah daerah tidak menunggu seluruh pendataan kerusakan selesai untuk melaporkan titik-titik terdampak. Data awal diperlukan agar tim teknis dan alat berat bisa segera dikerahkan.

“Kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody.

Baca Juga: Kementerian PU Siapkan Rp109,78 Miliar untuk Penanganan Infrastruktur Pascagempa NTT

Langkah tersebut diterapkan dalam penanganan gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada pertengahan Agustus 2026.

Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali fungsional.

Delapan ruas berada di jalur Trans Flores dari Labuan Bajo menuju Ende dan Maumere, sementara satu ruas lainnya berada di jalur Ruteng-Reo-Kedindi.

Sebanyak 40 titik longsor dan empat titik patahan badan jalan telah ditangani. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader ke sejumlah lokasi terdampak.

Namun, pekerjaan masih berlanjut di sejumlah titik. Pada ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue, misalnya, terdapat sedikitnya 10 titik longsor.

Baca Juga: Anggaran Kementerian PU 2027 Turun Jadi Rp 114,6 Triliun, Ini Proyek yang Dikebut

Tim gabungan mengerahkan dua ekskavator dan satu pikap untuk membuka akses. Hingga 19 Agustus, pembersihan di salah satu titik longsor masih berlangsung.

Pemulihan juga menyasar layanan dasar. Jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang rusak akibat gempa telah diperbaiki.

Pekerjaan dimulai 16 Agustus dan selesai pada malam berikutnya sehingga aliran air kembali menjangkau rumah warga.

Di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, sekitar 7.000 warga di delapan desa membutuhkan pasokan air bersih. Pemerintah mengirim empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dan menyiapkan survei geolistrik untuk mencari sumber air tanah baru.

Baca Juga: Kementerian PU Catat IKM 89,76 pada 2025, Pengaduan Masih Jadi Evaluasi

Kementerian PU juga menambah personel pemeriksaan bangunan publik dari tiga menjadi 14 orang. Pemeriksaan mencakup Rumah Sakit Komodo, kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Kerusakan irigasi turut ditangani. Di Daerah Irigasi Mbay Kiri Lanjutan, saluran tersier sepanjang 250 meter rusak dan patah di tiga titik. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 175 hektare lahan.

Pemulihan Sumatra terus berjalan

Pola serupa sebelumnya diterapkan setelah bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025. Berdasarkan data Kementerian PU per 20 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional terdampak di tiga provinsi tersebut telah kembali fungsional.

Pada jaringan jalan daerah, 2.291 dari 2.421 ruas terdampak telah pulih atau mencapai 94,63%. Dari 1.184 jembatan daerah yang terdampak, sebanyak 827 telah kembali berfungsi.




TERBARU

[X]
×