kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kementerian Perhubungan evaluasi setiap pesawat MA-60


Kamis, 12 Mei 2011 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Kanker perut bisa disebabkan karena layar biru dari HP. Sumber foto : applll.com


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi seluruh pesawat jenis MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines. Evaluasi teknis ini dilakukan setelah kasus kecelakaan yang terjadi di perairan Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5) lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti mengatakan, pihaknya akan mengecek satu persatu pesawat buatan Xian Aircraft Company tersebut. "Ada tim pengawas kami yang akan mendatangi setiap pesawat," ucapnya di sela-sela rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (12/5) dini hari.

Herry memastikan, evaluasi ini tidak akan mengganggu operasional penerbangan Merpati. Ini artinya, pengecekan itu dilakukan tanpa penghentian operasi alias grounded.

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan menemukan bukti atau alasan yang cukup kuat untuk menghentikan pengoperasian pesawat buatan perusahaan asal China itu. "Kalau asal grounded itu menurunkan kredibilitas otoritas penerbangan dalam menerbitkan sebuah keputusan," tambah Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan.

Dia mengutarakan, penghentian operasi pesawat hanya bisa dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi atas kecelakaan tersebut. "Jadi keputusan apa pun harus menunggu hasil investigasi KNKT dulu," tegasnya.

Hal ini diamini Direktur Utama Merpati Sardjono Djony. Dia bilang, tidak ada sistem grounded tanpa mengetahui faktor penyebab yang jelas. "Kami juga menunggu hasil FDR (flight data recorder) dan CDR (cockpit data recorder) untuk tahu kejelasannya," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×